Welcome!!! Awak Datang Kamek sambot!!!

Tampilkan postingan dengan label ketapang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketapang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2010

Ruang kelas, apa Kulkas?

2 comments
Pagi itu hari kedua aku Di negeri paman sam.Setelah puas beristirahat sehari sebelumnya, tibalah saatnya bagi kami untuk mengikuti Compass Test. Test ini merupakan test yang diwajibkan pihak kampus kepada setiap mahasisawa yang akan menempuh pendidikan di kampus ini. Tes ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bahasa inggris setiap calon mahasiswanya.

Tes ku dilaksanakan pada pukul 9. Pagi itu aku bangun awal sekali, setelah sholat shubuh, aku tidak tidur lagi. Karena aku harus berangkat 1 jam lebih awal. Ini ku lakukan karena untuk sampai ke kampus aku harus menggunakan bis yang memakan waktu selama kurang lebih 30 menit. Belum lagi ditambah waktu untuk berjalan kakai menuju halte bis. Tidak terlalu jauh sih, sekitar 7 sampai 10 menit jalan kaki, namun yang membuat pening pala tu di salah satu rumah yang ku lewati selama jalan kaki itu ada seekor anjing yang setiap pagi menggonggong ku. Anjing itu selalu mengikuti selama aku melewati rumah tersebut.

Setelah sampai di halte bis, aku juga harus menunggu dua sampai tiga menitan. Untungnya system transportasi disni sangat baik dan terjadwal. Jarang sekali bis-bis itu telat lebih dari 10 menit dari jadwal yang telah ditentukan.

Sampai dikampus, aku dan teman-teman langsung mencari ruangan tes tersebut. Karena banyaknya ruangan yang ada, serta banyaknya lorong-lorong yang ada, aku sangat kebingungan untuk mencari. Akhirnya aku menuju ke ruang security untuk bertanya. Dengan bahasa inggris seadanya aku mencoba menanyakan, dengan sangat ramah ia pun menjelaskan. Yah walah tidak sepenuhnya aku memahami instruksi si Polisi itu karena bicaranya cepat sekali, tapi aku mendapatkan gambaran yang cukup tentang ruangan itu yang ternyata berada di lantai 2.

Sesampainya di ruangan yang dicari-cari aku pun langsung menuju seorang staf administrasi. Setelah menjelaskan maksdu dan tujuan ku. Ia pun meminta ku menunjukkan kartu mahasiswa. Setelah itu ia meminta HP ku, katanya aku tidak diperkenankan membawa HP ke dalam ruangan tes. Setelah ku serahkan HP ku, kemudian ia menyerahkan sebuah kunci, sambil mengatakan sesuatu dalam bahasa inggris denga sangat cepat, wuih… aku kagak ngerti….. then aku Tanya lagi… ‘Pardon me please!’…. ia pun menjelaskan dengan lebih pelan, dan akhirnya ku fahami ternyata kunci itu adalah kunci locker untuk menyimpan tas dan semua barang-barang yang ku bawa.


Setelah menyimpan tas ku, ia menyuruhku masuk keruangan tes yang penuh dengan meja dan kursi lengkap dengan perangkat komputernya. Aku pun duduk di salah satu kursinya. Setelah sekitar 1 menit aku duduk, aku merasakan seluruh tubuh ku mengigil. Mulut ku bergetar hebat… ujungkaki ku terasa keram… huh ruangan itu luar biasa dinginya. Aku ketika itu hanya memakai baju kaos lengan pendek. Hal itu membuat seluruh persendian ku terasa nyeri. Kulit ku terasa ngilu sampai menembus tulang. Aku benar-benar tersiksa oleh dingin itu. Namun anehnya, disamping ku ada seorang teman yang berasal dari Brazil, ia tidak merasakan apa yang ku rasakan. Malah ia tertawa ketika ku katakan kalau aku sedang kedinginan hebat, huh aneh sekali orang itu fikir ku.

Kalau saja tes itu bisa ditunda, pasti aku sudah menundanya. Namun saying itu tidak bisa ku lakukan. Akhirnya dengan sedikit asa ku yang tersisa aku berusaha untuk mengerjakan tes yang berbasis computer itu. Setelah ku klik pada tombol start, muncul instruksi, setalh ku ikuti akhirnya aku pun sampai ke tes bagian pertama, tesnya ternyata jauh lebih mudah dari yang ku bayangkan. Meski dengan tubuh mengigil dan mata yang kedap kedip aku pun berhasil melalui bagian pertama. Sekarang masuk ke bagian kedua, Grammar, mata ku semakin sulit untuk di buka, otak ku semakin terasa beku, namun aku terus berusaha untuk mengerjakan.

Yah karena soalnya mudah-mudah aku pun bisa menyelsaikannya. Namun ketika aku meng klik bagian ketika sekaligus terakhir, aku melihat soal-soal reading dengan text yang begitu panjang. Huh aku tidak sanggup lagi untuk berfikir, kulit ku terasa di cabik-cabik, tulang ku ngilu, darah ku terasa beku, otak ku terasa seperti es… aku benar – benar tidak sanggup lagi untuk membaca teks-teks itu. Akhirnya aku pasrah saja. Aku tidak lagi membaca teks nya, tapi langsung menjawab setiap soal yang ada dengan bim salabim ,,,,

Setelah selesai, aku pun langsung mengklik tombol finish. setelah ku klik, printer yang ada di dekat pintu ruangan itu pun langsung berbunyi seperti sedang mengeprin sesuatu. Setelah ku lihat ternyata itu adalah skor ku. Untunglah, meski dengan keadaan yang sangat dingin itu, aku masih mendapatkan skor yang sangat memuaskan. Setelah mengambil seluruh barang ku. Aku pun langsung keluar mencari sinar matahari utnuk menghangatkan tubuh ku. Yah walaupun tidak sehangat di Indonesia, namun cukuplah untuk membantu ku merasa lebih nyaman dan tidak kedinginan lagi….

Rumah Allah di Negeri Paman Sam

0 comments
Setelah lebih dari seminggu aku di Amerika, tibalah saatnya hari jumat. Yah sebagai lelaki sejati aku diwajibkan untuk melaksanakan sholat jumat di mesjid. Ketika itu aku tidak tau dimana mesjid berada. Setelah berfikir sejenak, akupun dapat ide untuk mencari di google. Setelah ku ketik ‘Mosque uraban Illinois’, aku pun menemukan lokasinya. Ternyata tidak terlalu jauh. Mesjid itu berada di jalan yang sama dengan tempat apartemen ku berada, yaitu di Lncoln Avenue. Sekitar 1-1,5 kilometer. Di web itu ku lihat jadwal jumatan dilaksanakan pada jam 1.30pm. karena ini adalah kali pertama aku kesana, maka aku berangkat lebih awal. Tepat pukul 11 aku pun berangkat, dengan menggunakan sandal jepit, celan jeans, kacamata hitam n topi serta tas ransel aku pun berangkat jalan kaki.

Cuaca cukup panas, meski tak sepanas di Indonesia, membuat mata ku berair. Untunglah ketika itu aku memakai kaca mata hitam ku. Angin berhembus kencang serta membawa aroma kaporet dari perusahaan pengolahan air di dekat apartemen ku membuat hidung ku pedas dan mengeluarkan cairan.

Aku terus berjalan menyusuri pinggiran jalan Lincoln Avenue sambil terus melihat peta yang kudapat sehari sebelumnya. Persimpangan demi persimpangan kulalui, pertama aku melewati persimpangan Sunset and Lincoln, Fairview ave dan Lincoln ave, kemudian University Ave, Church Ave, Park ave, main street, dan akhirnya setelah berjalan sekitar 30 menit sampai juga dijalan tempat mesjid itu berada, yaitu Springfield ave. Aku pun langsung membayangkan sebuah mesjid yang megah dengan menara yang menjulang tinggi sarta memiliki halaman yang luas. Aku pun juga membayangkan sebuah mesjid dengan dinding marmer dan di kelilingi sebuah halaman yang bersih seperti halnya rumah ibadah lain yang Nampak rapi dan sangat terawat.

Akupun terus menyusuri jalan itu. Sambil melihat ke kiri dan kekanan untuk mencari Mesjid. Sudah berkeliling-keliling aku mencari, namun tetap tak ku temukan. Aku sangat kepanasan dan kehausan. Sempat terbesit difikiran ku utnuk pulang saja, namun untunglah malaikat didalam hati ku masih lebih kuat dari syeiton. Dalam hati aku bergumam ’aku tidak boleh pulang sampai aku menemukankan mesjid yang telah ku rindukan itu. Akhirnya tak mampu lagi menahan lelah kaki ku yang semakin terasa pegal, aku pun berhenti didedepan sebuah bangunan besar dan tua, catnya sangat kusam, halaman antara pagar dan pintunya sekitar satu meter dipenuhi dengan potongan rumput. Pintunya tertutup rapat, seakan tak berpenghuni. Tak ada seorangpun disitu. Dalam hati aku bergumam “ih ternyata di Amerika ada juga ya bangunan yang tidak terurus, padahal kan berada di Jalan utama di kota Urbana ini?”. Akupun duduk sejenak didepan pagarnya untuk mengumpulkan energy serta untuk melihat kembali peta yang ku bawa. Didalam peta itu aku kembali melihat lokasi mesjid yang seharusnya berada tidak jauh di tempat ku berada. Aku melihat disekeliling ku. Namun tidak juga ku temui.
Akhirnya aku berfikir untuk pergi kesebrang jalan saja. Dari tempat ku duduk ku lihat disebrang jalan itu ada bangunan-bangunan megah, sepertinya bangunan itu adalah apartemen. Diantara bangunan-bangunan itu terdapat sebuah jalan kecil. Jalan itu lah yang ku masuki. Ternyata dibelakang bangunan itu adalah komplek perkantoran University of Illinois.
Aku terus berjalan untuk mencari mesjid itu. Namun tetap tak kujung kutemui. Sementara hari semakin panas. Aku melihat kembali peta yang kubawa. Dan disitu terlihat jelas lokasinya tidak lah jauh dari lokasi ku berisitirahat tadi, dan aku telah berjalan terlalu jauh. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ketempat aku beristirahat tadi untuk mencari lebih detil. Dan ketika aku berada di sebrang jalan bangunan tempat aku duduk tadi aku melihat ternyata didekat pintu masuknya ada sebuah papan nama, dan setelah ku lihat dengan lebih teliti aku pun dapat membaca tulisanya. Urbana Mosque And Islamic centre.
Subhanallah… hati ku bercampur aduk. Senang dan sedih bercampur. Senang karena akhirnya aku bisa menemukan mesjid yang kucari-cari itu. Sedih karena terntata bangunan yang ku lihat tidak terurus tadi adalah mesjid, Rumah Allah. Rumah Allah dinegeri Paman Sam.

Aku pun memasuki pagar besi yang tak dikunci itu. Kulihat lantai terasnya terbuat dari semen kasar, tidak berporselin. Kulihat dikiri dan kanan ku, sepertinya baru saja ada yang memotong rumput, namun potongan-potongan rumputnya tidak dibersihkan sehingga beserakan dihalaman dan diteras. Aku duduk sejenak dengan hati sedih dan terharu melihat kondisinya.
Sambil duduk aku melihat disekeliling ku untuk mecari sapu, atau apalah yang bisa ku gunakan untuk membersihkan potongan-potongan rumput itu. Beberapa kali aku melihat disamping ku, tak juga ku temukan. Akhirnya aku menggunakan peta yang ku miliki untuk membersihkan rumput-rumput itu. Walau tidak maksimal bersihnya, namun hasilnya juga tidak terlalu menyedihkan, karena peta yang kumiliki itu terbuat dari kertas tebal, jadi cukup mampu untuk membantu ku mengumpulkan potongan-potongan rumput tersebut.

Setelah kurasa cukup bersih, aku pun mecoba membuka pintu mesjid itu. Namun pintu itu terkunci. Aku coba mengteuk tak ada yang membuka. Aku mengucapkan salam, juga tidak ada yang mejawab. Akhirnya aku mencoba berjalan untuk melihat disekliling. Ternyata disisi kiri bangunan itu ada sebuah jalan semen kecil menuju kebelakang. Setelah ku telusri ternyata jalan itu membimbing ku menuju pintu masuk mesjid itu yang berada dibelakang. Ku ketuk pintunya, tak ada yang menjawab. Ku coba membukanya, ternyata tak di kunci. Aku pun memberanikan diri untuk masuk. Setelah kubuka pintunya kulihat ruangan seperti lorong yang remang-remang. Tepat didepan ku sekitar 1,5 meter ada 1 pintu lagi. Disisi kiri ku ada rak sepatu, dan tepat disamping rak sepatu itu ada sebuah pintu lagi. Setelah berfikir sejenak aku memutuskan untuk menuju pintu yang berada didepan ku. Sedikit demi sedikit aku memberanikan diri untuk melangkah sambil mengucapkan salam. Ketika aku mengucapkan salam sambil berjalan menuju pintu kedua di dalam ruangan itu tiba-tiba ada seseorang menjawab salam ku. Aku pun langusng bertanya; “may I come in?”. ia menjawab: “Yes please”. Aku pun masuk dan kulihat ruang itu penuh dengan buku-buku islam. Dan ternyata ruangan itu adalah perpustakaan. Disana aku melihat seorang lelaki kulit hitam yang menjawab salam ku tadi. Ia berusia sekitar 20 an tahun. Setelah berkenalan, ternyata ia bernama Malek. Ia tinggal dimesjid itu. Setelah berbincang-bincang sebentar, aku pun menuju ruangan tempat sholat yang ternyata pintu masuknya adalah pintu yang berada di samping rak sepatu itu. Ruangan itu lumayan besar dan megah serta rapid an bersih, sungguh kontras sekali dengan kondisi di luar bangunana yang kuliah tadi. Aku sempat bertanya-tanya didalam hati mengapa mereka tidak membersihkan bagian luar mesjid seperti halnya bagian dalamnya tersebut.
Selain bersih dan rapi, ruangan itu juga didesain kedap suara, entah apa maksudnya dan tujuanya, aku juga tidak mengerti. Diruangan itu sangat sepi, hanya ada seorang permpuan yang mungkin asal timur tengah yang sedang ber I’tikaf. Kemudian aku pun langsung sholat sunnah dan membaca Al-qur’an sambil menunggu masuknya waktu sholat jum’at.

Kamis, 08 Juli 2010

DARI UJUNG LANGIT (LEWAT DIKIT) MENGEJAR IMPIAN

1 comments

DARI UJUNG LANGIT (LEWAY DIKIT) MENGEJAR IMPIAN
Ujung langit lewat Dikit, dekat danau buaya
Sebenarnya tulisan ini telah ku tulis pada malam sebelumnya, malam sebelum kepulangan ku untuk yang pertama kalinya ke tempat kelahiran ku setelah aku mendapat kan gelar S.Pd ku. Tulisan ini telah kuselesaikan hampir 80% dengan ide ku yang sangat mengalir waktu itu, namun sayang dan sekaligus celaka, karena entah tombl apa yang kutekan ketika itu menyebabkan tulisan itu hilang dan tak bisa kucari lagi. Maklum waktu itu aku langsung menulisnya di halaman post Blogspot ku. Sungguh kecewanya aku.

Tapi it’s oke lah. Sekarang aku sedang berada didalam Express feri menuju ketapang dan kurasakan ide di otak ku sama lancarnya dengan yang taadi malam. Baiklah langsung saja kepokok pembahasana yang pertama –ca ile…emang kuliah hehehehe-…. Yah pembahasan pertama tentang “ujung langit lewat dikit”. Kata keterangan tempat ini memang sih tidak begitu tepat dan akurat, namun paling tidak, kata inilah yang paling bisa menggambarkan letak desa tempat ku dilahirkan. Namnya Desa Riam Danau Kanan, Dusun Kusuma Agung, Kepala desanya Baiturrahman, Sekretaris desanya Rustam Effendi sepupu ku hehehe gak penting kale….

Oke sekarang serius lagi. Desa ini berada di kecamatan paling ujung kabupataen ketapang berbatasan langsung dengan Kalimantan tengah. Kecamatan Jelai Hulu Namanya. Yah wajar saja kalau aku menyebut daerah ini sebagai daerah yang terletak di Ujung langit lewat dikit, karena memang untuk mencapai tempat ini dari kota ketapang diperlukan perjalanan selama 6 jam menggunakan motor trail off road heheh…. Kalau menggunkan Truk atau kendaraan roda empat atau lebih lainya dibutuhkan waktu cukup dengan 2 malam 1 hari saja ….

Jalan yang dilalui juga sangat menantang, maklum jalan menuju tempat ini multi fungsi, selain untuk jalan juga digunakan orang-orang sebagai danau memelihara buaya. Makanya kita musti hati-hati dan harus jeli memilih mana yang jalan dan mana yang danau… habis mirip sih… kondisi ini sudah terjadi begitu lama, setiap mau pergantian kepemimpinana didaerah ini, selalu muncul kata-kata sakti ini “jika saya terpilih jalan ini akan diperbaiki”, namun ya hanya kata-kata, setiap kali kampanye pasti kata – kata itu muncul. Menurut penelitian kata itu sudah mulai beredar di public daerah kami sejak puluhan tahun yang lalu, hingga tak heran, dari anak-anak yang baru belajar bicara sampai orang tua yang tidak mampu lagi berbicara hapal dengan kata-kata ini, tapi tetap saja kondisi jalan seperti itu, sulit membedakan antara jalan dan danau buaya wakakaka….,.

Tapi tenang… bagi anda yang mempunyai jiwa petualang dan tabah serta rajin menabung and pasti bisa sampai kedaerah ini. Satu lagi jika memang ingin mencari daerah ini gak perlu buka peta segala gak penting (hehehe… sebenarnya sih bukanya gak penting, tapi karena memang gak ada dipeta manapun, gak tercantum gitu.). yah itu lah desa ku yang nun jauh disana meski jauh dan penuh dengan kolam buaya, tetap saja selalu kurindukan. Menempati tempat khusus dihati ku.

Mengejar impian

Cukup dah rasanya ku jelaskan tentang ‘diujung langit lewat dikit” sekarang akan ku coba membicarakan tentang “mengejar mimpi”. Ya mimpi siapa saja boleh bermimpi, kapanpun dimanapun. Tapi mimipi ini bukanlah sekedar bunga tidur yang akan sirna ketika bangun dari tidur, atau hilang ketika fajar menyingsing. Melainkan mimpi yang justru mempunyai kekuatan membangkitkan seorang yang sedang tertidur. Yang memberikan arah ketika seorang gamang tak tentu arah, serta tak mempunyai tujuan ketika ia melangkah. Impian ini adalah sesuatu yang sangat ingin dicapai dan dikeajr. Sesuatu yang merupakan obsesi serta inspirasi. Mimpi ini mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan seorang yang terlena, serta dapat mejitkan potensi dan membuat segalanya menjadi mungkin terjadi. Namun tentunya jika mimpi ini dipoles dengan Doa yang tulus serta ikhtiar yang maksimal.

Banyak teori yang menjelaskan tentang kekutan impian, dalam hal ini yang paling memberikan inpsirasi dan menarik bagi ku adalah apa yang telah dikatakan oleh Andrea Hirata bahwa awlilah semuanya dengan mimpi, jangan takut untuk bermimpi. Yah setidaknya seperti itu, ketika kita takut untuk bermimpi berarti kita takut untuk sukses, dan berarti kita menutup peluang yang dekat serta mematahkan potensi yang sebenarnya kita miliki. Berbicara soal potensi, Sebenarnya setiap orang mempunyai potensi dan kesempatan yang sama, namun tidak semua orang bisa memanfaatkkanya, karena tidak setiap orang mampu menyadari. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan potensi dan memanfaatkan peluang dengat cepat, salah satunya dan dipercaya sebagai yang paling manjur adalah dengan mimpi tadi. Mimpi dapat menjadi tujuan bagi kita dalam berjalan, serta menjadi alas an bagi kita untuk tegar dalam berjalan. Coba kita bandingkan ketika kita berjalan tanpa tau kemana akan menuju dan tak tau apa alasan kita untuk berjalan. Tentu semuanya terasa biasa saja bahkan mungkin kita malas untuk berjalan. Sekarang bandingkan dengan ketika kita berjalan dengan tujuan yang jelas misalnya Ingin kepuncak gunung agar dapat melihat Pemandangan yang super indah. Ya itu lah mimpi, kita bermimpi untuk melihat pemandangan yang indah. Tentu langkah kita akan berbeda dengan langkah yang berjalan tanpa tujuan. Langkah kita akan lebih cepat dan penuh semangat, karena ingin cepat mengejar impian kita itu. Meski lelah kita akan terus berjalan demi impian itu.Begitulah mimpi, dapat menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin, tentunya jika di poles dengan doa dan iktiar tadi. … duh kok jadi serius gini yah hehehe…
Si kumbang, Dari ujung langit lewat dikit mengejar impian Kenegri Paman sam.
Well tadi sudah dijelaskna tentang Desa yang diujung langit lewat dikit dan Juga mengenai impian, sekarang apa hubunganya, oce akan ku jelaskan. Well cerityanya ada seorang anak, namanya Aku… untuk lebih mudahnya sebut saja namanya Si Kumbang 23 tahun, dia anak Seorang petani yang tinggal di Desa yang ada diujung langit lewat dikit tadi (profile dan penjelasan tentang kondisi ornag tua si kumbang ini dapat di baca di posting sebelumnya di blog ini, tapi lupa apa judulnya heheh). Si Kumbang ini mempunyai impian, yah awalnya sih ketika dia masih kecil cita-citanya sangat sederhana sekali yaitu menjadi seorang suami yang baik. Menurutnya seoarng suami yang baik itu adalah yang bisa memberikan nafkah pada keluarganya. Trus bias bantu-bantu masak, nyuci pakain de el el lah pokoknya. Cita-citanya ini pernah disampaikan ketika pertama kali ia masuk dibangku sekolah. Ketika itu salah seorang guru menayai cita-citanya. Dengan tegas ia berkata “aku ingin menjadi seorang suami yang baik”. Tak ayal kata-katanya itu membuat seluruh kelas tertawa. Ternyata cita-cita itu mereka anggap aneh, padahal gak juga kan? Kan? Iya kan? Heheh maksa made on.

Seiring waktu berjalan, si kumbang itu mulai menyadari ternyata untuk menjadi suami yanhg baik, ia harus mempunyai pekrjaan yang baik. Dan menurutnya saat itu dengan sekolah yang baik, besar kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Meski tetap tidak berani bermimpi terlalu jauh mengingat segala keterbatasan yang dimiliki keluargany. Ia merasa mimpi itu harus sesuai dengan keadaan keluarga, harus sesuai dengan apa yang ia miliki saat it dan harus sesuai dengan apa yang dapat ia lihat disekelilingya saja. Yah karena kemampuan orang tunya terbata, serta sebagian besar keluarganya beprofesi sebagai guru, ia pun memberniakn diri untuk bercitan-cita melanjutkan ke perguruan tinggi setelah selesai sekolah. Memilih jurusan keguruan dengan harapan setelah selesai dapat menjadi guru dan kemudian menikah, trus jadilah seorang suami yang baik hehehe simple kan… (harus dijawab iye red)
Setelah menyadari itu ia pun bersungguh-seungguh sekolah smbil lirik kiri-lirik kanan melihat-lihat calon istri kelak heheh..,. hasilnya lumayan ia berhasil menyelesaikan sekolah dengan baik dan baiknya lagi dia diterima di keguruan program studi pendidikan bahasa inggris. Sungguh tak disangka-sangka ternyata disinilah titik balik si kumbang. Disini ia mulai menyadari betap luasnya dunia ini, serta dengan ilmu bahasa inggris yang ia miliki (walau pas-pas an sih hehehe English Ketapang) ia sangat menyadari bahwa peluangnya untuk keliling dunia sangat lah besar. Ia pun mulai berani untuk bermimipi lebih, bermimipi bebas tanpa batasan, bermimpi lepas, tak kenal ukuran. Yah itulah dia yang telah melupakan semua keterbatasan untuk bermimpi. Sekarang, baginya keterbatasan bukanlah kendala untuk bermimpi, melainkan merupakan sebuah keniscayaan yang dikirim untuk menguji seberapa besar keinginan kita untuk mencapai impian, serta seberapa sungguh-sungguh kita berusaha. Yah setidaknya itulah yang ia fikirkan untuk melebur semua keterbatasan itu menjadi energy pembakar semangat untuk mengejar apa yang telah menjadi obsesinya. Obesi keliling dunia….
Ia tahu untuk membuat impinya keliling dunia terwujud, salah satu cara yang paling baik adalah dengan mengikuti program beasiswa yang ada. Maka sejak itu satu persatu program beasiswa ia daftari, namun hasilny “maaf anda belum beruntung, silakan coba lagi”. Kegagalan-demi kegagalan ia lalui, namun ia tak kenal putus asa, karen impian itlah yang membnuatnya terus bertahan. Sampai pada suatu ketika, pada suatu hari ia menemukan pengumuman beasiswa dari Koran yang dibeli pacar temnya. Disna tertulis peluang utnuk mengikuti pendidikan Community College di USA. Disana juga tertulis salah satu jurusan yang tersedia adalah media sesuai dengan pekerjaan ya sekarang. (o iya tadi lupa kuceritakan kalau dia juga bekerja di TVRI stasiun kalbar selain kuliah. ) melihat peluang peluang itu pun ia langsung menulis lamaran. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, dalam mendaftar program beasiswa keluar negeri, hal yang paling penting adalah pengisian formulir, terutama bagian essay. Tidak mau terulang kesalahan yang sama, ia pun langsung mencari orang pintar untuk memohon bantuan dan akhirnya ia menemukan yaitu salah seorang dosenya Pak uray namanya.

Setelah menyelesaikan pengisisna form, ia pun mengirim formulir itu kealamat yang tertera, yaitu ke gedung Aminef di Jakarta. Sebenarnya deadline pengumpulan formulir pendaftaran itu masih satu bulan lagi, namun ia tetap saja mengirimkan formulir itu dengan harapan mendapatkan kemudahan dari panitia sebagai pengirim tercepat atau paling tidak masuk sepuluh besar tercepat hehe….
Bersambung….

Rabu, 20 Januari 2010

Motivasi Malam ini II

3 comments
Tidak sedikit manusia yang mengatakan, , 'ah, susah!', 'berat!', atau bahkan mengatakan 'tak mungkin'. atau masih banyak lagi kata-kata pesimistis lain yang menghalangi mereka untuk sukses. Sungguh kasian jika anda adalah salah satu dari orang itu...

Taukah anda, salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak? misalnya saja, ketika bernafas kita begerak, ketika berbicara kita bergerak, dan banyak lagi...
Dengan bergerak kita bisa berbuat. Dan dengan berbuatlah kita bisa menjadikan impian kita jadi nyata. So, selama kita masih hidup, selama kita masih bergerak, maka, tak ada yang tak mungkin untuk kita lakukan. Kehidupan ini adalah hamparan kesempatan, Kehidupan ini adalah gudang kemungkinan, setiap orang yang MERASA HIDUP tidak akan mengatakan 'tidak mungkin'. Hanya kematianlah yang menutup kesempatan mereka. orang yang ketika hidup mengatakan Tidak Mungkin adalah orang yang hidup namun tidak merasa hidup. Ia menutup segala kemungkinan dengan pesimistisnya, ia memandang cahaya dengan kaca mata tak tembus pandangnya.

jadi, Kenapa kita mesti mengatakan TIDAK MUNGKIN jika hamparan kesempatan ini masih kita miliki, kenapa mesti mengatakan SUSAH, jika gudang kemungkinan ini masih ada? Sesuatu dikatakan mungkin itu ukuranya adalah apakah orang lain bisa? jika yang lain bisa, kenapa kita tidak?
Mungkin Disini kita mengatakan TIDAK MUNGKIN tapi diseberang sana orang mengatakan BISA-BISA SAJA, boleh jadi kita disini mengatakan BERAT, tapi orang dipenjuru dunia yang lain mengatakan MUDAH SAJA? Lha, lantas atas dasar apa kita mengatakan TIDAK MUNGKIN?
Trus, Apa bedanya kita dengan mereka yang pantang mengeluh? Kita sama-sama berada dilingkaran bumi yang sama, berada dibawah matahari yang sama, kita sama-sama dimanjakan sinar bulan dari bulan yang sama, kita diberi otak dengan kapasitas yang sama?
Saya yakin kita tidak akan menemukan alasan untuk mengatakan TIDAK MUNGKIN kecuali alasan yang dibuat-buat sebagai pembenaran sendiri. ingat Seorang pecundang selalu kelabihan satu alasan, sedangkan seorang pemenang selalu kelabihan satu cara.
Berhati-hatilah dengan fikiran kita, karena fikiran akan menjadi kata-kata, kata-kata berubah menjadi perbuatan, perbuatan akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang berlangsung terus-menerus akan menjadi karakter, karakterlah yang akan menentukan nasib kita. berbuatlah dengan terencana untuk menggapai cita - cita. keberuntungan memang berpengaruh dalam kesuksesan, namun perbuatan yang terencana jauh lebih dahsyat hasilnya. Berbuatlah dengan maksimal untuk mencapai mimpi, karena yang menentukan kesuksesan itu bukan seberapa besar mimpi mu, tetapi sebarapa besar kamu untuk mimpi mu.
Berfikirlah BISA, maka akan bisa, YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN!!!

Selasa, 05 Januari 2010

Gombel

0 comments


_Dedi Abdullah bin Hersan_

Cinta, ia misterius, lembut tapi bisa menghancurkan,

sepoi-sepoi, namun bisa membadai.

cinta juga seperti ombak yang melambai,

namun bisa berubah menjadi tsunami yang maha dahsyat.

karena cinta, kelembutan bisa menjadi batu yang tak mungkin terpecahkan.

karena cinta juga, intan menjadi krikil.

karena cinta si alim tega membunuh,

dan karena cinta penjahat menjadi ustadz.

itulah cinta mampu melakukan apapun yang tidak masuk akal,

karena itu lah ia misterius, tetapi nyata.

Senin, 04 Januari 2010

Majnun abad 21

1 comments

Fourth day of 2 ribu se-puluh,
Pontianak,
Dedi Abdullah Bin Hersan dan Rasinah

...Majnun mengulurkan tangan pada anjing mungil itu lalu memeluk dalam dekapan erat penuh rindu di dadanya. Majnun menjilati hampir seluruh tubuh anjing kecil itu, di ciuminya empat kakinya,mulutnya,tubuhnya,matanya dan hidungnya,duburnya,kemaluannya, “oh Lailaku, oh Lailaku,lailai…Laila..Laila”

Tetamu jijik melihatnya, ada yang tertawa geli, puas menyaksikan kegilaan pengantin laki-laki itu, “Majunun sungguh majunun(gila),edan, sinting,gila ,miring, stupid !”

Orang tua Laila malu merah padam, kotoran anjing mungil itu seperti sedang melumuri wajahnya dan segera membubarkan pesta, kegembiraan menjadi tragedy memalukan dan memuakan.

Pernikahan kandas, alih-alih mendapatkan Laila dalam malam pengantin, Laila pasarah dalam tangan besi orang tuanya tak berdaya, diboyong pindah meninggalkan kota Majnun yang majnun.

Majnun kehilangan Laila, makin tak waras. Tubuhnya makin kurus, rambutnya tak terurus masai. Prilakunya hanya duduk di pinggir jalan menenti Laila sambil terus mendendangkan Laila…Laila.

Yah itulah sekelumit cerita Percintaan Laila gan Majnun, sungguh gila dan tak masuk akal, namun itu lah yang terjadi bila cinta telah menutup mata, bila cinta telah mempecundangi setiap insan yang sebenarnya istimewa. setiap manusia sebenrnya unik, bahakan didalam buku "sembilan matahari" dikatakan: "when you're wishing to be someone else, someone else in somewhere is wishing to be you". "ketika kamu ingin menjadi orang lain, orang lain disana berharap untuk menjadi diri mu". alangkah spesialnya kita ini.

Belum lagi kalau kita memikirkan orang-orang yang mencintai kita -yang tak selalu kita sadari, dan menyayangi mereka- yah seperti orang tua, kakak, adik dan keluarga serta orang - orang dekat yang senantiasa menyayangi kita. cobalah kita sekali- sekali membayangkan posisi kita dihati mereka, pastilah kita menjadi harapan dan mungkin merupakan orang yang paling mereka sayangi.

Apapun yang kita inginkan selama mereka mampu-sekalii lagi saya tekankan MAMPU, bukan MAU- pastilah mereka akan memenuhi. Bahkan nyawa merekapun kalau diperlukan pastilah akan dikorbankan untuk kita yang merupakan anaknya, atau adiknya ataupun abangnya. oleh karena itu, atas alasan apa kita harus bersedih, kita harus gundah atau bahkan merana dan frustasi hanya mengejar orang yang mencintai kita setangah hati? atau malah mungkin tidak mencintai kita sama sekali.

Coba kita gunakan logika, kanapa harus menyakiti diri kita, membuang-buang waktu kita hanya mengejar orang yang separuh hati mencintai kita-kalau ia benar-benar mencintai dia pasti kembali kok- kata orang-orang "kalau jodoh gak akan kemana". Hidup ini terlalau singkat untuk dilalui dengan patah hati, hidup ini terlalu indah untuk dijalani dengan kekecewaan, hidup ini tak pantas dimiliki oleh orang-orang yang putus asa, mudah menyerah, dan menutup mata pada sisi positif dunia, dunia ini terlalu luas untuk dipandang sebelah mata dan bersuudzon.

Percayalah kita ini spesial, paling tidak seperti itulah yang kurasakan. Mungkin bagi anda aku bukanlah siapa-siapa yang tak ada artinya sama sekali, bahkan jika aku matipun kalian tak perduli. tetapi bagi orang-orang yang mencintai ku, bagi orang tua ku dan semua yang menyayangi ku (bagi yang merase jak), aku adalah harapan keluarga, aku adalah kebanggan keluarga, aku adalah segala-galanya. kematian ku adalah luka yang mendalam bagi mereka. So, dengan kenyataan itu, aku merasa tidak mempunyai alasan untuk kecewa hanya karena orang yang mengingat aku saja susah, untuk apa?

Tidak akan ada kemeranaan karena cinta jika semua ini disadari oleh setipa pencinta.
Namun, Bukan manusia namanya kalau tidak membuat kesalahan dan mencoba untuk tidak menyadari kenyataan walupun itu yang terbaik. Walau sudah diberikan begitu banyak orang yang mencintainya, masih saja berusaha menyakiti dirinya dengan mengejar cinta-cinta palsu. mengejar orang-orang yang untuk melihat wajahnya saja tak sudi sampai berujung pada kemeranaan, atau malah gila seperti Majnun tadi. Di zaman yang modern ini pun juga orang yang merana karena cinta juga semakin banyak.

Menurut peneliti yang menganalisa 4000 pasangan menyebutkan, mereka yang patah hati ditinggal kekasih cenderung lebih merana, tertekan, dan mengalami kecemasan yang berlebihan, terutama pada mereka yang berstatus janda atau duda.

Pasangan yang saling mencintai terbiasa hidup tergantung dengan pasangan, dan saat pasangan mereka meninggal, kekosongan dan rasa kehilangan membuat mereka merana dan cenderung mengubah gaya hidup serta menganut perilaku pola makan tak sehat.

Studi yang dimulai tahun 1970an dan diterbitkan Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, ini menganalisa pasangan menikah dengan kisaran usia 45 sampai 64 tahun.

Peneliti mencatat salah salah satu dari pasangan yang meninggal dan melihat reaksi dari pasangan yang ditinggalkan sampai pada tahun 2004. Hasilnya, wanita dua kali mengalami masa sulit saat ditinggal suaminya.

Tingkat kematian karena berbagai hal cenderung meningkat pada enam bulan pertama sejak pasangan meninggal dan resiko gangguan jantung naik pada lima tahun pertama begitu juga tekanan darah. Hal ini terjadi karena perubahan gaya hidup dan kebiasaan merokok semakin menjadi-jadi, karena faktor kesepian.

"Ini hanya tentang bagaimana mereka yang ditinggalkan pasangan bisa mengatasi kesepian. Dalam analisa kita sebagian besar responden mengaku merana setelah berpulangnya pasangan mereka," papar Cathy Ross, pemimpin studi dari British Heart Foundation.

Sementara Stewart Wilson, konseling dari Cruse Bereavement Care mengatakan: "Saat pasangan telah menjalani hidup bersama selama bertahun-tahun, dan kemudian berakhir pada suatu waktu yang mendadak, otomatis selalu ada perubahan yang menyertai kehilangan itu. Depresi, stres, dan kecemasan yang berlebihan menuntun mereka untuk hidup tak sehat."

"Beberapa orang cenderung berperilaku tak sehat, merokok berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak sehat. Proses menjalani masa berkabung dan kehilangan itulah yang membuat seseorang menjadi sembrono dengan kesehatan mereka," tambah Ross yang memberikan contoh pasangan penyanyi June Carter Cash dan Johnny Cash dalam laporan studinya.
Yah initnya seklai lagi bahwa kita adalah spesial, TIDAK ADA YANG BISA MENYAKITI HATI KITA KECUALI KITA SENDIRI YANG MENGIJINKANNYA. Teltilah dalam mencintai, cintailah yang Pemilik cinta yang maha sempurna, cintailah sang Pencipta cinta, dengan demikian kita tidak akan kecewa.


Jika kita mencintai makhluk yang Cintanyapun Juga sama-sama meminta kepadaNya maka kekecewaanlah yang akan kita dapatkan. Sesempurna apapun ia, selama ia masih berstatus sebagai makhluk, maka ia pasti akan melakukan kesilafan, dan ketika is silaf itulah hati kita akan terluka. Selamat menuju dunia yang penuh keceriaan tanpa kesedihan dan kelukaan yang tak sepantasnya kita rasakan. La Tahzan Sesungguhnya Allah bersama kita

Sabtu, 02 Januari 2010

Selesaikan Skripsi dengan kekuatan KEPEPET

2 comments
Ada yang lagi nulis skripsi atau tugas akhir ga? kalau anda sedang melakukan kedua hal tersebut, ataupun sejenisnya, semoga saja tulisan ini bermafaat bagi anda. sebenarnya tulisan ini dibuat hanya untuk menyemangati diri ku sendiri yang juga sedang menulis skripsi, namun tidak ada salahnya jika ku bagi, siapa tau bermanfaat.
Menulis skripsi atau tugas akhir merupakan kewajiban bagi setiap mahasiswa yang INGIN menyelesaikan kuliahnya, -bagi yang gak ingin sih ya... ga wajib sih-. karena dianggap sulitnya mengerjakan hal tersebut, maka diperlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. (disinilah letak peramsalahanya), dalam rentang waktu yang panjang itu, memberikan kesempatan besar bagi terjadinya 'naik turun semangat', secara gitu lo semangatkan sangat menentukan keinginan kita untuk mengerjakan skripsi.
Pada saat kita semangat, mungkin kita bisa mengerjakan dari pagi sampai pagi lagi, maka jika itu yang terjadi bisa dijamin skripsinya cepat selesai(dengan catatant tidak ada permasalahan dengan ketua prodi ataupun pembimbing yang lama mengoreksi hehehe... *pengalaman pribadi made on*). jika semangat terus meningkat seperti ini ya... enak lah, gak ada masalah. Namun jika yang terjadi sebaliknya, bukan semangat terus meningkat, tetapi malah semangat semakin menurun, jangan kan untuk mengetik atau mencari refrensinya, untuk mengingatnya saja sudah membuat badmood, baru ingat saja sudah membuat hari yang indah terasa hambar(seperti yang dialami "bibi tukang bakwan" heheheheee pisss). hal ini bukan tak mungkin terjadi, karena semangat itu sama halnya dengan iman (al imanu yajid wa yankus=iman itu meningkat dan menurun), dengan kata lain, semangat juga bisa meningkat dan menurun.
Pada saat semangat kita menurun ini lah yang membuat lamanya penyelesaian skripsi, jika kita berada dalam kondisi ini, dan tidak ada usaha ektra untuk keluar, makan skripsi kita terancam TIDAK SELESAI. So, bagaimana solusinya? berikut akan coba saya bagi pengalaman pribadi saya.
Cara saya ini memang terdengar sedikit nekat bahkan 'gila', tapi terbukti ampuh lho.... cara ampuh ku ini terinspirasi dari sebuah buku (salah satu buku paling paforit ku) karya JAYA SETIABUDI atau yang biasa di panggil "Mas J" yang berjudul THE POWER OF KEPEPET. buku ini bertujuan untuk memotivasi pembacanya agar mau berbisnis, salah satu trik yang ditawarkanya adalah dengan membawa pembacanya keluar dari comfort zone (daerah nyaman) ke daerah Kepepet, dengan kata lain dia mengajak pembacanya untuk tidak berada diposisi dimana kita bisa memilih apakah mau atau tidak untuk berbisnis, melainkan memposisikan diri untuk tidak mempunyai pilihan sama sekali selain berbisnis. dalam bukunya dia mengajak pembacanya untuk tidak memiliki jawaban lain selain "Baik. saya akan berbisnis!!!".
Lha, trus apa hubunganya dengan mengerjakan skripsi/tugas akhir atau sejenisnya? disini hubunganya.
saya mencoba mengadopsi teknik yang di tawarkan Mas J dalam berbisnis itu dalam mengerjakan Skripsi, bagaimana? yah seperti yang dijelaskan diatas, jika kita hanya mengandalkan semangat dalam mengerjakan skripsi, maka akan ada dua kemungkinan yaitu cepat selesai atau lama selesainya. itu artinya kita mempunyai dua pilihan, yaitu Mengerjakan (ketika semangat) atau tidak mengerjakan (ketika semangat menurun). Melalui teknik yang ditawarkan Mas J, saya mencoa mengajak Teman-teman untuk keluar dari Comport zone ini, kita harus keluar dari daerah dimana kita masih mempunyai pilihan untuk tidak mengerjakan skripsi. kita harus hijrah, pindah ke posisi dimana tidak ada lagi pilihan selain MENGERJAKAN SKRIPSI, terlepas apakah kita sedang semangat-semangatnya ataupun yang lagi benar-benar badmood seperti yang dialami teman ku "bibi tukang bakwan" tadi.
ketika kita telah berada di posisi ini bisa dijamin, semangat tidak akan mempenagruhi kinerja kita. kita juga akan bisa mengatur waktu penyelesaian skripsi kita, misalnya sebulan, seminggu, bahkan semalam selesai, tergantung keinginan kita.
Untuk bisa pindah dari posisi comport tersebut saya ada beberapa pengalaman sukses ( ciah..lebay dikit), salah satu cara yang paling saya suka dan paling sering saya lakuakan adalah dengan Membuat janji konsultasi atau membuat janji untuk mengumpulkan koreksian kita dalam jangka waktu tertentu (harus singkat) walaupun kerjaan kita belum selesai. Misalnya, ketika semangat kita sedang menurun, otomatis kita malas dong mengerjakan skripsi...., maka segeralah telpon pembimbing mu katakan denag PD, gagah dan berwibawa "pak/Bu, besok pagi ada waktu gak? saya mau menyerahkan tugas akhir saya?", katakan saja hal itu. Jika bapak/ibu itu mengatakan "iya", maka Berbanggalah, karena anda sudah berada di posisi KE..PE...PET, dimana anda tidak akan menemukan lagi pilihan selain MENGERJAKAN SKRIPSI. Dijamin dalam waktu satu malam tugas atau koreksian anada akan selesai (kalau tidak selesai,,,, ya brabe lah... bisa diomel atau bahkan mendapat mosi tidak percaya dari dosen pembimbing). Ya...ini terdengar sedikit spekulatif dan nekat bahkan 'gila sih',karena bermain-main dengan resiko, tapi paling tidak ini bisa membantu anda mengalahakan "ketidak semangatan anda". ingat! RESIKO BUKAN UNTUK DI HINDARI TETAPI UNTUK DIKENDALIKAN. Untuk waktunya anda bisa atur sendiri lah apakah janjianya bertemu besok, lusa, ataupun minggu depan, tetapi IKAN SEPAT IKAN GABUS IKAN LELE, semakin singkat, semakin bagus, tidak membel hehheheh... semakin singkat waktu yang kita buat, semakin ekstra kerja kita, tapi semakin cepat selesai.
selain dengan menghubungi dosen atau pembimbing, ada lagi cara yang tidak seekstrim diatas, tetapi juga masih masuk kategori nekat, bagaimana? bisa saja kita merencanakan untuk pergi ke suatu tempat yang jauh, (bisa diluar kota atau bahkan diluar negeri) dalam waktu yang cukup lama, otomatis skripsi kita harus selesai dulu dong... maka akan dengan sendirinya semangat untuk menyelesaikan tugas kita itu akan membara-bara (api kalee...), dan akan selesai sebelum keberngkatan kita, apa lagi kita segah membaya, minimal memanjar kepada rombongan atau pun travel yang akan membawa kita, insyaalah akan lebih semangat. dan masih banyak lagi cara 0- cara lain yang bisa membuat nada pindah dari comport zone ke kepepet zone, silakan anda cari sendiri, saya yakin setiap orang pasti mempunyai kondisi masing-masing dimana mereka akan merasa kepepet, tidak memiliki pilihan selain mengrjakan. dan kondisi itu bervariasi tergantung individu masing-masing.

So, intinya, untuk bisa mengalahkan ketidak-semangat-an itu, pindah-lah dari comport zone anda ke kepepet zone, ilustrasi diatas hanya memberikan contoh, namun saya yakin anda mepunyai cara anda sendiri untuk berpindah zona. silakan fikirkan sendiri caranya. namun yang jelas ketidak semangatan menyebabkan kemalasan, kemalasan akan mencelakakan, Rasul sendiri sangat tidak suka dengan yang namanya malas, sampai-sampai ia berdoa “Ya Allah, sesungguhnya aku belindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, berhati pengecut, kikir, utang yang tak terbayarkan dan tekanan kezhaliman orang lain.” (H.R. Bukhari, Abu Dawud, an-Nasai, Tirmidzi dan Ahmad.) Ibnu Jauzy,Al Muhdisy mengatakan "Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya".
Sekarang saatnya membuka lembaran baru sebagai seorang yang kreatif dalam mengendalikan keadaan, selamat datang didunia penuh semangat dan kebebasan. bebas menetukan waktu dan langkah.

Berikut bagi yang belum pernah membaca bukunya Mas J, ku kutifkan kata-kata motivasinya berjudul "Hidup ini Singkat"

Hidup Ini Singkat

Jika ini adalah hari terakhir anda di dunia,
Bagaimana nada dikenang?
Jika ini adalah hari terakhir anda di dunia,apa kata-kata terahir yang ingin anda dengar
dari orang-orang yang mencintai anda?
Jika ini adalah hari terakhir anda di dunia,apakah anda sudah membuat yang terbaik?
...
Jika ini adalah hari terakhir anda di dunia,
apakah anda meninggal sebagai seorang PEJUANG atau seorang PECUNDANG?
.....
Hidup ini pilihan, mana yang anda pilih,
hidup ini singkat jadi.......


Berkaryalah, persembahkan yang terbaik meski hanya dengan menyelesaikan SKRIPSI......

Bunda ku....

0 comments
Saat Ujian SD, satu-satunya pendidikan formal yang pernah di rasakan ibunda ku, gadis yang terkenal cerdas ini harus putus sekolah karena tidak ada lagi yang membiayai sekolahnya. ibu ku yang malang ini, ditinggalkan ayahnya menghadap sang pencipta ketika ia masih didalam kandungan.


SATU-SATUNYA PENDIDIKAN YANG PERNAH DIRASAKAN OLEH BUNDA KU (ibunda ku jongkok paling kanan)

Setelah belasan hari ia dilahirkan, giliran ibunya yang meninggal. akhirnya ia dibesarkan oleh nenek sebelah bapaknya di Kalimantan Tengah. kemudian setelah terjadi perebutan hak asuh, ibu ku pun di bawa oleh neneknya, ibu dari ibunya kesebuah desa kecil di pedalaman kalimantan barat. di desa inilah bunda bertemu dengan ayah ku yang pada saat itu bekerja sebagai seorang pemotong kayu. setelah melalui proses berkenalan, kahirnya mereka memutuskan untuk menikah, dan tinggal didesa riam danau kanan, kabupaten ketapang kalbar. dari pernikahan inilah aku bersama seorang abang sulung yang bernama Hermawan, dan kakak ku Hermawati, beserta adik bungsu ku M. Anshari terlahir.

Ditengah begitu banyak keterbatasan, khususnya finansial, mereka bertekat untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai tingkat tertinggi -duh aku jadi terharu, pingin nangis- untuk memenuhi tekat mereka tersebut, ayah danibu ku bekerja sangat keras, berbagai macam pekerjaan mereka jalani, dari jualan es, cendol, gado-gado, menyadap karet, beternak sapi, bebek, ayam sampai bekerja menebang pohon dihutan serta di pertambangan emas. sampai masih jelas diingtan ku, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk modal usaha serta untuk membiayai sekolah kami, ayahku sempat meminjam sejumlah uang dengan salah satu keponakanya yang saat itu bekerja sebagai guru SD, aku masih ingat bagaimana kerja keras mereka untuk membayar angsuran setiap bulannya.
Mereka benar-benar bekerja membanting tulang, Saking semangatnya mereka bekerja untuk kebahagiaan anak-anaknya, sampai-sampai mereka tidak memperdulikan kesehatanya, tak pelakm dari sejak itu, ayah dan ibu ku sering sakit-sakitan, badan mereka kurus, tangan dan kaki mereka kasar, pecah-pecah. apa lagi ibu ku. aku sangat menyayangi ibu ku. Aku bersumpah untuk melakukan apapun itu untuk kebahagiaan ibu ku, meski dia tak pernah meminta selain agar aku selalu bertaqwa kepada Allah, dan mempersiapkan masa depan ku. aku bersumpah untuk tidak akan menyakitinya, aku kana membagiakan sisa usianya.
Salah satu tujuan mereka bekerja keras adalah agar kami mendapatkan pendidikan yang layak, kini mereka bisa cukup bahagia karena abang sulung ku pada tahun 2005 lalu telah menyelesaikan S1 Teknik sipilnya, kakak ku telah mneyelesaikan D3 dan sekarang sedang melanjutkan ke jenjang s1,(masih ku ingat waktu hari wisuda itu, aku tak pernah melihat ayah ku bahagia melebihi pada hari itu. Selalu ada senyum dibidirbnya, aku dipeluknya, seakan-akan ia menunjukkan kepuasanya yang luar biasa karena anak sulungnya telah mendapatkan gelar sarjan, jenjang pendidikan yang jauh melebihi apa yang ia pernah dapatkan) dan aku, insyaallah akan segera menyelesaikan s1 ku, dan aku berjanji akan terus melanjutkan kan pendidikan ku sampai kejenjang-jenjang berikutnya yang lebih tinggi, aku ingin menunjukkan kepada ibu ku bahwa aku mampu mengenyam pendidikan melebihi yang mereka dapat bayangkan.
Aku berjanji untuk membuat mereka bangga, dan merasa bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia. aku akan buat mereka menjadi sepasang orang tua yang terpandang, merasakan bahagia disisa-sisa usianya. Ayah dan ibu ku, kalain telah memberikan yang terbaik yang bisa kalian lakukan unuk kami anak-anak mu. sekarang giliran kami mempersembahkan yang terbaik untuk kalian.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kami anak-anak mu untuk membuat kalai merasa bahagia, kebahagiaan yang melebihi apa yang pernah kalian rasakan... perjuangan alian tidak akan sia-sia, karena akan kalian temuakna aku sebagai anak yang paling berbakti dan menyayangi kalian sepenuh hati seperti apa yang Allah dan Rasulnya Ajarkan. Ya Allah janganlah engkau sepat-sepat memanggil mereka, berikan waktu yang banyak bagi ku untuk membahdiaankan mereka, untuk mendermakan bakti ku yang tak kan pernah cukup untuk membalas jasa - jasa mereka, Ya Allah, dengan segala nama yang engaku miliki baik yang ku ketahui maupun yang tidak, baik yang ada dilangit maupun yang ada dibumi, baik yang engkau ajarkan maupun yang tidak engkau ajarkan, kabulkan lah doa ku ini.... aminnnnn....


Ayah ku (sebelah kiri)


Ayah dan Bunda saat pernikahan abang sulung ku



Ayah ku dengan sapi peliharaanya (plus Luqman, anak kakak ku)


Hersan (Ayah ku) bersama dengan Hersan Jr. (aku heheeha)

sekelumit kisah tentang kakek ku yang telah tiada

0 comments

Suatu ketika pernah datang seorang polisis kerumah seorang penduduk desa kecil dan terpencil, tidak jelas apa tujuan polisi itu. dengan gagah polisi -yang saat itu sangat di takuti- memasuki rumah model jadul, besar, berbahan serba kayu dan beratap sirap itu. selang beberapa waktu si polisi itu masuk, terdenag kegaduhan didalam rumah itu, dan sejurus, terlihat polisi tadi berlari dengan tergesa-gesa keluar dari rumah tua itu, selang beberapa etik muncul juga seorang yang berperawakan besar, tinggi dan bersuara berang berlari mengejar polisi itu dengan sebilah mandau, kontan saja polisi tersebut melopat tanpa melalui tangga turun dari rumah itu, saking takutnya sampai-sampai ia tidak sempat membawa sebelah sepatunya, ia langsung saja berlari terbirit-birit tak tau kemana arahnya. sementara lelaki gagah itu masih terlihat sangat marah dengan mengacung-acungkan mandaunya.
siapakah gerangan pria gagah itu? Dia bernama Muhyis, terkenal garang dan pemberani. cerita diatas tadi hanyalah sekelumit dari banyak cerita kehidupannya. dia tidak segan-segan untuk memukul seseorang jika ia bersalah. sepak terjangany sudah sangat dikenal disesanya, bahkan didesa-desa tetangga. Yahm desa tempa tinggalnya bernama Riam Danau, Terletak di penghujung Kabupaten ketapang, dekat perbatasan dengan Kalimantan tengah.
dimasanay, beliau sempat menjadi ikon yang ditakuti namun juga baik hati. dia juga penyayang, dimasa mudanya dihabiskan dengan bekerja layaknya seorang petani, berladang, menanam karet, memelihara sapi dan lain sebagainya.
setelah merasa mapan, dia menikahi seorang gadis bernama Oncong. dari pernikahanya ini ia mnghasilkan emapat orang anak yang salah satunya adalah Ayah ku. semua anaknya didik untuk bekerja keras, namun sayangnya, meskipun mereka hidup berkecukupan, tetapi semua anaknya hanya tamatan Sekolah Dasar,hal ini terjadi karena pada saat itu sekolah lanjutan sangat jauh, yang paling dekat hanya di Kalteng. sebenarnya nenek ku sangat sadar dengan pentingnya pendidikan, namun sayangnya kakek ku ini ternyata tidak sanggup untuk berpisah dengan anak-anaknya, ya... akhirnya mereka tidak melanjutkan sekolahnya.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, pepatah ini lah yang cocok untuk menggambarkan masa tua Mukhyis kakek ku, di usia senjanya ia mengalami penyakit katarak dan menyebabkan kebutaan, sempat dilakukan beberapa kali perobatan, namun karena telah kronis akhirnya tidak bisa diobati lagi.
meskiun demikian, beliau tetap tabah menjalania hidup, beliau mengisi hari-harinya dengan menjadi tukang pijat. banyak lagi cerita-cerita indah yang sempat kulalui denga kakek ku ini, namun aku bingung untuk menceritakanya, maklumlah, ia tak pernah mengeluhkan keadaanya sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan ku.... aku merindukannya, merinduka seseorang yang selalu menunggu kepulangan ku setiap kali aku bepergian, seseorang yang selalu menanyakan kabarku, seseorang yang selalu, menwarkan untuk memijat tubuh ku setiap kali selesai main bola, tau bekerja keras, atau pun ketika aku baru datang dari bepergian jauh, seseorang yang sering meminta aku untuk memotongkan kukunya, yang selalu mengenali bunyi langkah ku, dan satu-satunya orang yang memanggil ku dengan sebutan 'didi'. aku merindukan mu kakek ku....seandainya saja waktu bisa diputar, aku ingin berbuat lebih baik padamu, aku ingin mengahbiskan waktu lebih banyak bersama mu... namun tak mungkin lagi...kin engaku tinggal kenangan, namun tetap akan dihati ku....

Jumat, 01 Januari 2010

2nd day of 010, still with the theme of mengejar mimpi.

0 comments


Kemanakah mimpi q akn brhenti q kejar?
Ah tidak, tidak dimanapun.
Meski Senandung langit melantun sayup ditengah rimba,shg membuat q tersesat,
aq akn terus mecariny,
kan q jadikan lantunan-lantunan jiwa ku sebagai pedoman yg tak terkecoh oleh apapun. Kapankah mimpi q brhenti q kejar?
Tidak, smp kapanpun.
Meski genderang perang ditabuh tanda berjayanya para durjana dunia,
aq akn tetap mengejar,
kan ku siapkn busur-busur cinta dgn anak panah air mata,
kuhujamkan disetiap jantung para durjana.
Aq tak kan pernah brhenti mengejar mimpi,
hingga Dia telah memberi isyarat agar aku kembalikembali, kembali kedalam dunia mimpi yg tak memberikan kesempatn untuk ber mimpi....

Cover vs Isi

1 comments

Cover vs content
Seberapa berhubungankah Cover/penampilan dengan isi? apakah Penampilan sudah pasti menggambarkan isi? atau apakah isi harus segaris dengan tampilan luar?
Ternyata tidak harus, penampilan tak selalu sejalan dengan isi, isi tidak harus segaris dengan penampilan. bisa saja penamiplan menggambarkan kesombongan namun belum tentu hatinya juga ikut-ikutan sombong. Bisa saja penampilan menggambarakan seoarang yang sembrono, namun belum tentu hatinya sembrono. lebih parahnya lagi, penampilan luar sungguh menawan, anggun alim mempesona, namun hatinya tak lebih dari seorang munafik.
namun demikian tak juga dipungkiri, relasi antara penampilan dan isi hati itu ada. kenapa? ya karena penampilan itu adalah implementasi dari hasil proses berfikir yang terjadi di otak, proses berfikir itu sangat dipengaruhi oleh salah satunya kebiasaan, jadi tidak salah pula jika sesorang menghakimi orang lain melalui penampilan. asal jangan penampilan itu dijadikan satu-satunya indikator, perlu pengamatan yang mendalam baru bisa memutuskan seperti apakah seseorang itu sebenarnya.
Tetapi sebenarnya ada standar baku untuk menghakimi seseorang dari penampilanya standar ini merupakan indikator valid, misalnya norma agama, kita bisa saja mengatakan norma agam seseorang rendah ketika kita melihat seseorang berpenampilan tidak sesuai dengan apa yang agama ajarkan. yah... dibalik semua itu, hati nurani mempunyai peranan penting dalam hal ini. kita bisa memikirkan, bagaimana tanggapan orang lain ketika kita berpenampilan jorok, atau tak sedap dipandang, meskipun semuanya bersifat subjectif dan tentatif, teta[pi standar-standar ini telah tersirat dalam etika dan adab pergaulan hampir disetiap daerah, sebagai contoh, meski tidak ada peraturan yang menyuratkan seseorang supaya tidak jorok, jika dalam suatu forum atau komunitas ada yang berpenampilan jorok dan bau tak sedap, maka akan secara otomatis anggota kelompok itu memberikan nilai sosial yang rendah pada orang tersebut. meskipun tidak dibenarkan juga seseorang memberikan penilaian kepada orang lain melalui standar pribadinya, ibaratnya kata pepatah, 'jangan mengukur baju orang lain dengan badan kita sendiri'.
So, kunci dari segalanya adalah saling mengahargai, bagai mana kita menghargai orang lain dengan penampilan kita, atau bagaimana kita menghargai orang lain ketika penampilannya tidak sesuai dengan kebiasaan kita. jangan me-label seseorang hanya dengan penmpilanya semata, kecuali dengan indikator valid seperti yang telah disebutkan diatas, atau melalui sederet penagmatan yang mendalam, meskipun itu semua juga tidak seratus persen akurat, mengapa? karena yang paling tau diri kita hanyalah kita dan ALLAH azza wa zalla.

mimpi....

0 comments
Hari pertama di tahun 2010,
Malam itu, terang bulan, suasana terdengar riuh rendah diluar sana, wajar saja, malam itu adalah malam terakhir ditahun 2009. banyak orang yang bertaburan (benih kalee...)kejalan melepas tahun 2009 serta menyambut 2010. awalnay aku tak tergoda untuk ikut-ikutan keluar karena walaupun terang bulan, tapi udaranya sejuk luar biasa, secara gitu loh aku kan kurang kuat menahan dingin... akhirnya kuputuskan dirumah saja menghabiskan malam dengan menonton film ringan yang jdulnya tak perlulah kusebutkan. sedang asyik menonton dengan penuh penghayatan dan penjiwaan yang mendalam aku dikejutkan dengan ringtone Hand phone ku yang memang ku setting bervolume tinggi dengan nada Harokah, biasa... supaya terdengar militan dan penuh semangat (lebay x..) setelah kulihat ternyata telpon dari seorang teman yang ingin mengambil Flasdiscnya, yah plashdisc itu kupinjem saat aku meminta file research outline bacground miliknya untuk kujadikan sample penelitian thesis ku. huh kalau inget thesis, hilang deh mood ku, semuanya terasa hambar. Setelah tawar menawar singakt di Telpon itu akhirnya kami seoakat untuk bertemu dikamar aku, dia datang dengan seorang temannya. selang beberapa menit tiba lah mereka kekamar ku, kusambut dengan seakan-akan welcome, (sebenarnya aku lagi pingin sendiri sih, tapi ya... it's ok lah itung2 pahala memuliakan tamu-, setelah sekitar 1 jam bertamu akhirnya mereka pulang juga, senang rasanya...
setelah melalui banyak proses akhirnya aku tidur, dengan tak lupa menyetel alaram kedua HP ku (mirip orang kaya aja, punya 2 hp) agar tak telat bangun sholat subuh.
keesokan harinya wew luar biasa, inilah sebenarnya inti dari cetita ku ini, (yang tadi cuma pengantar, tak nyambung sih lagi rajin nulis aja). yah bener pagi tiu ada sesuatu yang luar biasa terjadi, yang mampu menyemangati hidup ku yang penuh visi misi ini, hal itu simple saja, yaitu sebuah SMS dari Guru Pamong (guru pembimbing pada saat aku mengikuti Praktek Pengalaman Lapangan) ku di SMK 3 dulu, inti smsnya sederhanay ia menulis "selamat tahun baru semoga semua mimipi-mimpi mu tercapai di tahun ini", wew....membaca kata 'mimpi-mimpi-membuat semangat ku mendidih (air kale), spontan aku langsung mengingat mimpi-mimpi ku ya... aku punya banyak mimpi, aku seorang pemimpi yang tak tanggung tanggung, aku pemimpi kelas kakap (kenapa harus kakap ya? kenapa tidak ikan Emas, atau lele aja heheh, yah...2010, paling tidak ada 2 mimpi ku yang sebisa mungkin ahrus kucapai, Wisuda S1 dan pendidikan broadcating di US. kedua mimpi ini suadh kurintis pencapaiannya,-untuk proses bagaimana aku berusaha mencapainya, akan kuceritakan nanti- sekarang tinggal menunggu hasilnya (ya Allah berikanlah yang terbaik bagi ku, jika kedua mimpi itu adalah yang terbaik, maka permudahlah jalan ku, namuam jika itu bukan yang terbaik, maka, aku yakin denagn kuasa Mu, Engaku pasti mapu mengubahnya menjadi yang terbaik bagi ku aminnn.) hah? kok jadi berdoa sih... yah kulanjutin lagi kisah ku... sms itu walaupun singkat dan sederhana, namun bagi ku sungguh memotifasi ku untuk terus berusaha ditahun2010 ini untuk mencapai mimpi-mimpi ku... memebriku semangat untuk menata kembali setiap langakh hidup ku, meberiku semangat untuk terus berkaya menciptakan yang terbaik bagi semuanya.... semoga saja .... terimakasih Pak Heru smsnya menggugah sekali... *wow dah ajan, ntar lah kulanjutin lagi ceritanya*

Selasa, 15 Desember 2009

cit

0 comments
Cinta Bersemi di Pelaminan
Anis Matta - Cinta Bersemi di PelaminanLupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.

Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.

Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.

Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh dilahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan menjadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa saling tersambung. Maka ketika sentuhan fisik jadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang jadi penyakit.

Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.

Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.

Anis Matta.
Label: Anis Matta, Cinta Bersemi di Pelaminan, Serial Cinta

Jumat, 20 November 2009

Melebihi imajinasi ku

0 comments
Malam itu brawal dari sebuah rencana yang tak terencana....
Berawal dari imajinasi yang ku coba pungkiri....
Ah biasa saja, gumam ku...
Malam itu, aku melihatnya, bukan dengan mata, tapi dengan rasa...
Melebihi imajinasiku, gumam ku...
Melebihi kemampuan ku menggambarkanya dari sebuah gambar....
Malam itu, aku melihatnya....
Melebihi imajinasai ku, gumam ku.....
Senyumnya, mungkin pernah aku melihat sebelumnya,
pernah aku menerka sebelumnya,
Namun, melebihi imajinasi ku, gumamku....
Aku mengenalnya dengan cara yg tak pernah ku alami sebelumnya....
akankah semuanya berlanjut sehingga melebihi imajinasi ku?
semoga saja 'Ia".....

ESSENSI TENSES DALAM KEHIDUPAN

0 comments
Tenses, perubahan kata kerja seiring dengan perubahan waktu. Setiap kali waktunya berubah, maka kata kerjanya akan berubah. dengan demikian, setiap jenis tenses memiliki keterangan waktunya masing-masing, serta tentunya bentuk kata kerja masing-masing. Semuanya tidak bisa dicampur adukkan untuk menciptakan sebuah kalimat baru. misalnya keterangan waktu yang menunjukkan lampau Yesterday, tidak bisa digunakan pada kalimat yg berbentuk simple future. Karena kalimat simple future memiliki keterangan waktunya sendiri, yaitu yang sifatnya menunjukkn waktu yang akan datang, misalnya Tomorrow. Setiap kalimat telah disusun dengan susunanya masing-masing sesuai dengan rumus masing-masing tenses. Setiap kalimat dalam setiap jenis tenses juga telah dipasangkan dengan keterangan waktunya masing-masing, sehingga jika dilakukan pencampuran maka akan dianggap salah, karena telah menyalahi apa yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui kebenaran sebuah kaliamat dalam jenis tenses tertentu juga sangat mudah, yaitu dengan melakukan penyesuaian dengan rumus jenis tenses itu sendiri yang telah tersedia. jika ia sesuai dengan rumus maka akan dianggap benar. Penyesuaian ini tidak berlaku jika kita menilai kebenaran sebuah tenses dengan menggunakan rumus suatu jenis tenses dari jenis tenses yang berbeda.
sungguh sebuah konsep yang menarik jika kita kaitkan dengan kepribadian manusia yang bersifat unik. Dimana setiap manusia memiliki sifat pembeda masing-masing seperti halnya setiap jenis tenses dengan keterangan waktu dan rumusnya masing-masing. setiap rumus memandang pada waktunya masing-masing dan tidak bisa kita gunakan untuk memandang ke waktu yang berbeda, sama halnya manusia yang mempunyai sudut pandang yang berbeda, sudut pandang itu menilai sesuai pribadi masing-masing yang tentunya tidak bisa digunakan untuk memandang sudut pandang orang lain. Cara hidup manusia juga telah jelas dengan adanya rambu yang akan menentukan apakah ia dijalan yang benar atau menyimpang, semuanya terukur dengan teliti melalui Norma dan hukum yang telah ada, layaknya susunan kata-kata pembentuk kalimat yang terukur jelas benar salahnya oleh rumus masing-masing. jadi pada dasarnya, seperti halnya kata-kata pembentuk kalimat masing Tenses yang harus disusun sesuai rumusnya, kehidupan kita juga harus dijalani sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Jika kita sudah hidup sesuai aturan dan norma, maka kita akan dianggap benar, namun jika diluar jalur, maka salahlah kita......

Menjadi seseorang meski bukan siapa-siapa

0 comments
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba menjadi sempurna meski itu tak mungkin
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba belajar dari kesalahan meski terkadang tetap saja khilaf
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba mempersembahkan yang terbaik meski akhirnya mengecewakan

Mengecewakan tanpa rencana


Aku bukanlah siapa- siapa,
bagai genangan air hujan ditengah jalan menunggu kering
bagai daun yang tumbuh indah kemudian gugur
bagai embun suci kemudian menguap
Mengharap menjadi sempurna namun tak selalu berakhir sempurna
Mengharap bermanfaat namun tak selalu mempersembahkan yang terbaik
Mengharap dapat diterima dan diberi nilai, namun malah sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda

Iya sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda

Aku bukanlah siapa- siapa,
Mencoba meneliti kehidupan ini, agar dapat memberi yang terbaik

Namun,

aku tetaplah aku! aku tetaplah manusia!
Meski Dia telah memberi isyarat, bak hujan yang mengisyaratkan mendung
Dan laut yang mengisyaratkan ombak sebagai tanda kehadiranya,
aku tetap saja tak mampu membacanya,

Ketika hujan itu telah turun, baru aku sadar ternyata itu adalah tanda

itulah aku, mencoba menjadi seseorang.
meski aku bukanlah siapa-siapa.....

Rabu, 02 September 2009

Keep it off the record

0 comments
Menguak misteri kehidupan ini merupakan hala yang sangat menarik, sungguh Allah telah menciptakan segala sesuatu penuh dengan misteri yang merangsang manusia untuk selalu berfikir dan mengambil ilmunya. Semua misteri itu pada akhiranya akan berujung pada satu kesimpulan, yaitu betapa Kemaha besaran Allah tak terbantahkan dan manusia tidak mempunyai alasan secuilpun untuk belaku sombong atau membanggakan diri.
tak perlu jauh-jauh untuk dapat menemukan misteri yang luar biasa itu. didlalam tubuh kita sendiri akan kita temui dengat sangat mudah misteri-misteri itu. Ambil saja satu contoh, yaitu HATI.
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan anomia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. berdasarkan ilmu kesehatan, hati disebut juga sebagai LIVER. hati bagi orang dewasa Hati memiliki fungsi utama yaitu sebagai Filter Darah. Darah yang beredar di tubuh kita akan dibersihkan dan disaring dari bahan-bahan beracun yang masuk ke tubuh melalui makanan atau pernafasan. selain itu hati juga dapat memiliki fungsi sebagai berikut:
# Menimpan berbagai bentuk glukosa, vit B12, dan zat besi
# Penyediaan tenaga (zat gula) dan protein
# Pengeluaran hormon-hormon dan insulin.
# Pembentukan dan pengeluaran Lemak dan Kolesterol
# Penyaring dan pembuang bahan bahan beracun di dalam darah mealalui proses pembongkaran hemoglobin.
# Merubah amonia menjadi urea.
disamping fungsi-fungsi yang rumit diatas, hati mempunyai fungsi lain lagi yang mempunyai hubungan dengan dunia psikologis. Hati ini dapat menentukan apakah amal ibadah seseorang bernilai ibadah atau tidak. ini terkait dengan fungsinya untuk menciptakan niat. Niat adalah syarat utama seseorang untuk dapat diterima ibadahnya, dan niat itu ada dihatseseorang