Malam itu brawal dari sebuah rencana yang tak terencana....
Berawal dari imajinasi yang ku coba pungkiri....
Ah biasa saja, gumam ku...
Malam itu, aku melihatnya, bukan dengan mata, tapi dengan rasa...
Melebihi imajinasiku, gumam ku...
Melebihi kemampuan ku menggambarkanya dari sebuah gambar....
Malam itu, aku melihatnya....
Melebihi imajinasai ku, gumam ku.....
Senyumnya, mungkin pernah aku melihat sebelumnya,
pernah aku menerka sebelumnya,
Namun, melebihi imajinasi ku, gumamku....
Aku mengenalnya dengan cara yg tak pernah ku alami sebelumnya....
akankah semuanya berlanjut sehingga melebihi imajinasi ku?
semoga saja 'Ia".....
Jumat, 20 November 2009
ESSENSI TENSES DALAM KEHIDUPAN
Tenses, perubahan kata kerja seiring dengan perubahan waktu. Setiap kali waktunya berubah, maka kata kerjanya akan berubah. dengan demikian, setiap jenis tenses memiliki keterangan waktunya masing-masing, serta tentunya bentuk kata kerja masing-masing. Semuanya tidak bisa dicampur adukkan untuk menciptakan sebuah kalimat baru. misalnya keterangan waktu yang menunjukkan lampau Yesterday, tidak bisa digunakan pada kalimat yg berbentuk simple future. Karena kalimat simple future memiliki keterangan waktunya sendiri, yaitu yang sifatnya menunjukkn waktu yang akan datang, misalnya Tomorrow. Setiap kalimat telah disusun dengan susunanya masing-masing sesuai dengan rumus masing-masing tenses. Setiap kalimat dalam setiap jenis tenses juga telah dipasangkan dengan keterangan waktunya masing-masing, sehingga jika dilakukan pencampuran maka akan dianggap salah, karena telah menyalahi apa yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui kebenaran sebuah kaliamat dalam jenis tenses tertentu juga sangat mudah, yaitu dengan melakukan penyesuaian dengan rumus jenis tenses itu sendiri yang telah tersedia. jika ia sesuai dengan rumus maka akan dianggap benar. Penyesuaian ini tidak berlaku jika kita menilai kebenaran sebuah tenses dengan menggunakan rumus suatu jenis tenses dari jenis tenses yang berbeda.
sungguh sebuah konsep yang menarik jika kita kaitkan dengan kepribadian manusia yang bersifat unik. Dimana setiap manusia memiliki sifat pembeda masing-masing seperti halnya setiap jenis tenses dengan keterangan waktu dan rumusnya masing-masing. setiap rumus memandang pada waktunya masing-masing dan tidak bisa kita gunakan untuk memandang ke waktu yang berbeda, sama halnya manusia yang mempunyai sudut pandang yang berbeda, sudut pandang itu menilai sesuai pribadi masing-masing yang tentunya tidak bisa digunakan untuk memandang sudut pandang orang lain. Cara hidup manusia juga telah jelas dengan adanya rambu yang akan menentukan apakah ia dijalan yang benar atau menyimpang, semuanya terukur dengan teliti melalui Norma dan hukum yang telah ada, layaknya susunan kata-kata pembentuk kalimat yang terukur jelas benar salahnya oleh rumus masing-masing. jadi pada dasarnya, seperti halnya kata-kata pembentuk kalimat masing Tenses yang harus disusun sesuai rumusnya, kehidupan kita juga harus dijalani sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Jika kita sudah hidup sesuai aturan dan norma, maka kita akan dianggap benar, namun jika diluar jalur, maka salahlah kita......
sungguh sebuah konsep yang menarik jika kita kaitkan dengan kepribadian manusia yang bersifat unik. Dimana setiap manusia memiliki sifat pembeda masing-masing seperti halnya setiap jenis tenses dengan keterangan waktu dan rumusnya masing-masing. setiap rumus memandang pada waktunya masing-masing dan tidak bisa kita gunakan untuk memandang ke waktu yang berbeda, sama halnya manusia yang mempunyai sudut pandang yang berbeda, sudut pandang itu menilai sesuai pribadi masing-masing yang tentunya tidak bisa digunakan untuk memandang sudut pandang orang lain. Cara hidup manusia juga telah jelas dengan adanya rambu yang akan menentukan apakah ia dijalan yang benar atau menyimpang, semuanya terukur dengan teliti melalui Norma dan hukum yang telah ada, layaknya susunan kata-kata pembentuk kalimat yang terukur jelas benar salahnya oleh rumus masing-masing. jadi pada dasarnya, seperti halnya kata-kata pembentuk kalimat masing Tenses yang harus disusun sesuai rumusnya, kehidupan kita juga harus dijalani sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Jika kita sudah hidup sesuai aturan dan norma, maka kita akan dianggap benar, namun jika diluar jalur, maka salahlah kita......
Labels:
dedi irwan,
ESENSI,
grammar,
kalbar,
kehidupan,
ketapang,
riam danau kanan,
tenses
Menjadi seseorang meski bukan siapa-siapa
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba menjadi sempurna meski itu tak mungkin
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba belajar dari kesalahan meski terkadang tetap saja khilaf
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba mempersembahkan yang terbaik meski akhirnya mengecewakan
Mengecewakan tanpa rencana
Aku bukanlah siapa- siapa,
bagai genangan air hujan ditengah jalan menunggu kering
bagai daun yang tumbuh indah kemudian gugur
bagai embun suci kemudian menguap
Mengharap menjadi sempurna namun tak selalu berakhir sempurna
Mengharap bermanfaat namun tak selalu mempersembahkan yang terbaik
Mengharap dapat diterima dan diberi nilai, namun malah sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda
Iya sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda
Aku bukanlah siapa- siapa,
Mencoba meneliti kehidupan ini, agar dapat memberi yang terbaik
Namun,
aku tetaplah aku! aku tetaplah manusia!
Meski Dia telah memberi isyarat, bak hujan yang mengisyaratkan mendung
Dan laut yang mengisyaratkan ombak sebagai tanda kehadiranya,
aku tetap saja tak mampu membacanya,
Ketika hujan itu telah turun, baru aku sadar ternyata itu adalah tanda
itulah aku, mencoba menjadi seseorang.
meski aku bukanlah siapa-siapa.....
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba belajar dari kesalahan meski terkadang tetap saja khilaf
Aku bukanlah siapa- siapa, mencoba mempersembahkan yang terbaik meski akhirnya mengecewakan
Mengecewakan tanpa rencana
Aku bukanlah siapa- siapa,
bagai genangan air hujan ditengah jalan menunggu kering
bagai daun yang tumbuh indah kemudian gugur
bagai embun suci kemudian menguap
Mengharap menjadi sempurna namun tak selalu berakhir sempurna
Mengharap bermanfaat namun tak selalu mempersembahkan yang terbaik
Mengharap dapat diterima dan diberi nilai, namun malah sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda
Iya sia-sia tanpa arti, menguap tanpa tanda
Aku bukanlah siapa- siapa,
Mencoba meneliti kehidupan ini, agar dapat memberi yang terbaik
Namun,
aku tetaplah aku! aku tetaplah manusia!
Meski Dia telah memberi isyarat, bak hujan yang mengisyaratkan mendung
Dan laut yang mengisyaratkan ombak sebagai tanda kehadiranya,
aku tetap saja tak mampu membacanya,
Ketika hujan itu telah turun, baru aku sadar ternyata itu adalah tanda
itulah aku, mencoba menjadi seseorang.
meski aku bukanlah siapa-siapa.....
Langgan:
Entri (Atom)



