Welcome!!! Awak Datang Kamek sambot!!!

Minggu, 11 November 2012

Reseach penelitian all about

0 comments
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu.[rujukan?] Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.[rujukan?] Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. [1] Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian.[rujukan?] Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. [2] Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.[rujukan?] Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, di antaranya: [sunting]A. Rene Descartes Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu:[rujukan?] 1. Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. 2. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: (a) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi, (b) Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik. (c) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. (d) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. (e)Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.[rujukan?] 3. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut[rujukan?]: (a) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak. (b) Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. (c) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia. 4. Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera.[rujukan?] Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain.[rujukan?] Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.[rujukan?] 5. Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas).[rujukan?] Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik.[rujukan?] Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani.[rujukan?] Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh.[rujukan?] Jiwa manusia itu abadi.[3] [sunting]B. Alfred Julesayer Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:[rujukan?] 1. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan 2. Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna 3. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun.[4] [sunting]C. Karl Raimund Popper K.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut:[rujukan?] 1. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir. Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat. 2. Cara kerja metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang -ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum. K.R. Popper menolak cara kerja di atas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris. 3. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATI[5]ON). [sunting]Karakteristik penelitian 1. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan atau dapat memecahkan suatu permasalahan.[rujukan?] 2. Metodologi penelitian adalah pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.[rujukan?] 3. Penelitian dan ilmu merupakan operasionalisasi dari metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. [6] [sunting]Proses penelitian 1. Masalah penelitian penelitian mencakup: penemuan masalah dan pemecahan masalah tahap:identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau pemilihan pokok masalah dan perumusan masalah kajian teoritis menyusun kerangka teoritis yang menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian.[rujukan?] 2. Pengujian fakta (data) mencakup: pemilihan, pengumpulan dan analisis fakta yang terkait dengan masalah yang diteliti data: sekumpulan fakta yang diperoleh melalui pengamatan (0bservasi) atau survei. kesimpulan merupakan hasil penelitian yang memberi feed back pada masalah atau pertanyaan penelitian.[rujukan?] [sunting]Paradigma penelitian [sunting]Paradigma kuantitatif a. Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.[rujukan?] b. Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.[rujukan?] c. Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal.[rujukan?] d. Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.[rujukan?] e. Bebas nilai dan tidak bias.[rujukan?] f. Pendekatan deduktif.[rujukan?] g. Pengujian teori dan analisis kuantitatif.[rujukan?] [sunting]Paradigma kualitatif a. Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.[rujukan?] b. Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.[rujukan?] c. Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak.[rujukan?] d. Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.[rujukan?] e. Tidak bebas nilai dan bias.[rujukan?] f. Pendekatan induktif.[rujukan?] g. Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.[rujukan?] [sunting]Perbedaan paradigma kuantitatif dengan paradigma kualitatif Perbedaan antara Paradigma Kuantitatif dengan Paradigma Kualitatif terletak pada asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian.[rujukan?] Perbedaan selanjutnya akan memengaruhi strategi dan desain penelitian.[rujukan?] Perbedaan asumsi tersebut di antaranya adalah sebagai berikut :[rujukan?] 1. Hubungan peneliti dengan fakta yang diteliti menurut paradigma kuantitatif diasumsikan bersifat independen sehingga peneliti dapat menguji realitas fakta secara obyektif, terbatas pada dimensi tunggal, bebeas nilai.[rujukan?] Sebaliknya menurut asumsi paradigma kualitatif, penelitian berinteraksi dengan fakta yang diteliti sehingga lebih bersifat subyektif, tidak bebeas nilai, 2 Proses penelitian paradigma kuantitatif menggunakan pendekatan deduktif, sedangkan pada penelitian paradigma kualitatif menggunakan pendekatan induktif.[rujukan?] 3. Paradigma kuantitatif menekankan pengujian teori dengan analisis kuantitatif dibandingkan pendekatan kualitatif yang memberikan tekanan pada penyusunan teori melalui pengungkapan fakta dengan analisis kualitatif. [7] [sunting]Metode ilmiah Berkas:Adam Smith.jpg Adam Smith merupakan Bapak Filsafat Pengetahuan Metode ilmiah adalah prosedur atau cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu (pengetahuan ilmiah.[rujukan?] Tidak semua pengetahuan berupa ilmu, karena ilmu merupakan kriteria tertentu.[rujukan?] Cara untuk memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafat dikenal dengan istilah epistemologi (filsafat pengetahuan).[rujukan?] [sunting]Karakteristik ilmu Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak.[rujukan?] Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang memberikan penjelasan mengenai fakta atau fenomena alam (fakta yang benar atau umumnya bernilai benar).[rujukan?] Pengetahuan yang menjelaskan fenomena alam bermanfaat untuk memprediksi fenomena-fenomena alam. Pengetahuan yang terkandung yang dinilai dalam ilmu dinilai sebagai pengetahuan yang benar untuk menjawab masalah-masalah dalam kehidupan manusia.[rujukan?] [sunting]Jenis-jenis penelitian ilmiah Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan[rujukan?]: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. [sunting]Kriteria penelitian ilmiah 1. Dapat menyatakan tujuan dengan sejelas-jelasnya,[rujukan?] 2. Menggunakan landasan teoritis dan metode pengujian data yang relevan,[rujukan?] 3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah teoritis atau berdasarkan pengungkapan data,[rujukan?] 4. Telah mempunyai kemampuan untuk diuji ulang,[rujukan?] 5. Memilih data dengan tepat sehingga hasilnya dapat dipercaya,[rujukan?] 6. Menarik kesimpulan secara obyektif,[rujukan?] 7. Melaporkan hasil secara parsimony,[rujukan?] 8. Hasil penelitian dapat digeneralisasi. [8] [sunting]Penelitian bisnis Penelitian bisnis merupakan suatu proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan dalam suatu bidang bisnis.[rujukan?] [sunting]Klasifikasi penelitian bisnis [sunting]Berdasarkan tujuan penelitian 1. Penelitian dasar (pengembangan & evaluasi konsep-konsep dasar)[rujukan?] a. deduktif : menguji hipotesis melalui validasi teori, tipe: hopotesis a priori[rujukan?] b. induktif : mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta[rujukan?] 2. Penelitian terapan (pemecahan masalah-masalah praktis) a. penelitian evaluasi[rujukan?] b. penelitian dan pengembangan[rujukan?] c. penelitian aksi[rujukan?] [sunting]Berdasarkan karakteristik masalah 1. Penelitian historis[rujukan?] 2. Penelitian desktriptif[rujukan?] 3. Studi kasus lapangan[rujukan?] 4. Penelitian korelasional[rujukan?] 5. Kausal-komparatif[rujukan?] 6. Eksperimen[rujukan?] [sunting]Berdasarkan jenis data 1. Penelitian opini (opinion research)[rujukan?] 2. Penelitian empiris (empirical research)[rujukan?] 3. Penelitian arsip (archieval research)[rujukan?] [sunting]Referensi ^ http://www.google.co.id/#hl=id&q=metodologi+penelitian+bisnis&meta=&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=337ae19756b80444 ^ sumber : buku Metodologi Penelitian Bisnia, penulis : Dr. Nur Indriantoro,M.Sc., Akuntan ; Drs. Bambang Supomo, M.Si. Akuntan, penerbit : BPFE Yogyakarta ^ http://www.infoskripsi.com/Resource/Prinsip-Metodologi-Penelitian-Ilmiah.html ^ http://www.infoskripsi.com/Resource/Prinsip-Metodologi-Penelitian-Ilmiah.html ^ http://www.infoskripsi.com/Resource/Prinsip-Metodologi-Penelitian-Ilmiah.html ^ sumber : buku Metodologi Penelitian Bisnia, penulis : Dr. Nur Indriantoro,M.Sc., Akuntan ; Drs. Bambang Supomo, M.Si. Akuntan, penerbit : BPFE Yogyakarta ^ sumber : buku Metodologi Penelitian Bisnia, penulis : Dr. Nur Indriantoro,M.Sc., Akuntan ; Drs. Bambang Supomo, M.Si. Akuntan, penerbit : BPFE Yogyakarta ^ http://www.google.co.id/#hl=id&q=metodologi+penelitian+bisnis&meta=&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=337ae19756b80444

Manfaat teori dalam penelitian

0 comments
Teori Dalam Penelitian Ilmu Sosial MANFAAAT TEORI DALAM PENELITIAN K ita melakukan kegiatan penelitian sosial secara ilmiah karena ingin  memahami dunia yang kompleks ini,baik demi ingin memuaskan rasa ingin tahu maupun mengantisipasi peristiwa yang akan terjadi ataupun mengontrol peristiwa yang terjadi. Karena itu, suatu penelitian ilmiah selalu dimulai dengan suatu yang ingin kita ketahui. Inilah yang disebut masalah penelitian. Suatu yang ingin kita ketahui dapat dibedakan menjadi dua tingkatan, yaitu : Pertama, suatu pertanyaan yang belum diketahui jawabannya sama sekali. Misalnya,apakah betul remaja masa kini telah melakukan hubungan seks sebelum menikah (free sex)? Jawaban pertanyaan ini akan berupa deskripsi dan kesimpulan data dari suatu variabel. Hal yang ingin diketahui baru pada tingkatan gejala sosial saja, belum mencari jawaban atas kehadiran gejala tersebut. Misalnya, 42% remaja Jawa Timur telah melakukan free sex (hasil penelitian Bapenkar Jatim). Kedua, suatu pertanyaan telah diketahui jawabannya, tetapi orang masih meragukan kebenarannya. Misalnya, betulkah kontrol sosial yang lemah merupakan penyebab praktek free sex di kalangan remaja (penjelasan yang dikemukan Zainuddin M.Z di Surabaya post, 2 November 1992). Bentuk pertanyaan yang berangkat dari keraguan ini sudah mengandung kemungkinan penjelasan atas suatu gejala yang terjadi. Dalam pertanyaaan ini terkandung suatu teori yang ingin diuji kebenarannya dalam dunia nyata. Apabila free sex dilihat sebagai suatu bentuk prilaku menyimpang maka teori yang dikemukakan oleh Emille Durkheim tentang integrasi sosial  mungkin dapat digunakan untuk penjelasan gejala tersebut. ”Makin tinggi derajat diferensiasi struktural dan generasi nilai tanpa diikuti oleh spesisifikasi norma yang sama derajatnya dalam suatu sitem sosial, makin besar pula derajat anomali sehingga makin tinggi pula tingkat penyimpangan dalam kelompok tersebut”. Hal yang hendak kita ketahui, ialah betulkah derajat integrasi sosial rendah akan melahirkan perilaku menyimpang. Konkretnya, betulkah integrasi sosial yang rendah di kalangan remaja melahirkan perilaku free sex. Cara yang paling efektif untuk mendapatkan jawaban yang berguna dan akurat bagi pertanyaan tipe kedua adalah menggunakan metode penelitian empiris untuk menyelidiki kedua variabel tersebut (integrasi sosial dan perilaku menyimpang ) dalam dunia nyata. Akan tetapi selain untuk tujuan penelitian, teori ini juga berguna untuk tujuan tujuan ilmiah lainnya. Pertama, teori memberikan pola bagi interprestasi data. Kedua, teori menghubungkan satu studi dengan lainnya. Ketiga, teori menyajikan kerangka sehingga konsep dan variabel mendapatkan arti penting. Keempat, teori memungkinkan kita menginterprestasikan data yang lebih besar dari temuan yang diperoleh dari suatu penelitian. TEORI DAN PENJELASAN Apabila konsep merupakan pertanyaan what sehingga yang dilakukan dalam kenseptualisasi merupakan deskripsi realitas baik secara denotatif (keluasan) maupun secara konotatif (kedalaman), maka teori merupakan pertanyaan why sehingga yang dilakukan dalam teorisasi ialah menjelaskan mengapa suatu gejala seperti ini. Teori merupakan seperangkat proposisi yang menggambarkan suatu gejala terjadi seperti itu.  Proposisi proposisi yang dikandung dan yang membentuk teori terdiri atas beberapa konsep yang terjalin dalam bentuk hubungan sebab–akibat. Namun, karena di dalam teori juga terkandung konsep teoritis, berfungsi menggambarkan realitas dunia sebagaimana yang dapat diobservasi. Kalau teori diartikan sebagai hubungan kausal, logis, dan sistematis antara dua atau lebih konsep maka teori tiada lain penjelasan suatu gejala:  konsep atau variabel terpengaruh. Oleh karena itu, penjelasan (explanation) dapat dibagi dua unsur, yaitu menjelaskan (explanan) dan dijelaskan (explanandum). Unsur tersebut menjelaskan terdiri atas dua jenis pertanyaan: generalisasi/konsep, dan kondisi anticendent atau yang menyebabkan generalisasi/konsep tersebut. Kedua pertanyaan itu akan digunakan untuk menjelaskan explanandum. Mengikuti Durkheim tadi: diferensiasi struktural dan generalisasi nilai merupakan suatu konsep (generalisasi atas gejala yang kompleks). Anomi merupakan kondisi antecedent-nya, dan perilaku menyimpang (free sex) sebagai explanandum. Penjelasan sendiri terletak pada diferensiasi struktural, generalisasi nilai, dan anomi. Penjelasan atas pertanyaan mengapa suatu gejala yang terjadi harus dapat menunjukan bahwa gejala hendak dijelaskan itu secara logis sesuai dengan premisnya atau kemungkinan besar sesuai dengan premisnya. Dengan kata lain, penjelasan dapat pula dibedakan menjadi dua model, yaitu model dedukatif dan model induktif-statistika. Model deduktif ditandai oleh hubungan logis antara premis dan konklusi, antara explanan dan explanandum. Jika premis benar, maka konklusi juga benar. Dalam model ini keharusan tidak terletak pada premis, tetapi pada hubungan antara premis dan konklusi yang dikontrol oleh premis. Selain itu suatu penjelasan dapat dikatakan benar-benar menjelaskan jika generalisasinya didukung oleh fakta empiris. Jadi penjelasan ilmiah terhadap suatu kejadian diberikan dengan jalan menunjukkan bahwa kejadian itu merupakan salah satu contoh dari tendensi umum. Kenyataan bahwa Amerika Serikat menerapkan sistem dua partai dapat dijelaskan secara deduktif sebagai berikut : 1.       Semua sistem politik yang menerapkan sistem tunggal – anggota perdistrik (single member district) memiliki sistem dua partai (generalisasi) 2.       Sistem politik amerika menerapkan sistem tunggal – anggota perdistrik (kondisi antecedent). Dalam kenyataan generalisasi itu tidak dengan sendirinya benar. Oleh karena itu, generalisasi empiris harus diuji dan secara potensial dapat dibuktikan keliru. Tidak seperti model penjelasan deduktif, penjelasan-statistika terhadap suatu kejadian individual tidak selalu sesuai dengan generalisasi kejadian itu. Premis (generalisasi) mungkin saja benar,  betapa konklusi tentang suatu kejadian bisa saja salah. Penjelasan tidak terletak pada mengapa konklusi benar, tetapi mengapa hal itu sangat mungkin (probable). Kalau data menunjukkan bahwa 80% pegawai negeri mengidentifikasikan diri secara politik kepada Golkar, kita tidak dapat begitu saja menarik kesimpulan bahwa semua pegawai negeri adalah anggota Golkar. Akan tetapi kita dapat menarik kesimpulan apabila bertemu dengan seorang pegawai negeri, kemungkinan besar dia adalah anggota Golkar. Dalam literatur metodologi disebutkan berbagai macam penggolongan atas pola penjelasan. Akan tetapi, dari berbagai penggolongan itu, lima pola penjelasan ini selalu disebutkan. Dalam praktik penelitian penjelasan yang ditawarkan tidak hanya satu jenis saja melainkan kombinasi dari dua atau lebih penjelasan. Pertama, penjelasan genetik atau historis memberi jawaban atas pertanyaan mengapa dengan merujuk pada serangkaian tahap peristiwa yang terjadi sebelum kemunculan gejala  tersebut. Penjelasan yang diberikan oleh Marx mengenai kemunculan kapitalis, misalnnya merupakan penjelasan historis. Kedua, penjelasan fungsional memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa dengan merujuk pada letak dan kegunaan objek yang ditelaah itu dalam keseluruhan sistem tempat objek itu berada. Mengapa pemerintah melaksanakan P4 secara menyeluruh? Jawaban yang diberikan secara fungsional, ialah penataran P4 tidak hanya berfungsi bagi integrasi nasional, tetapi juga memberikan legitimasi bagi pihak yang memerintah. Ketiga, penjelasan disposisi memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa merujuk pada kecendrungan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu dan dalam situasi tertentu pula. Termasuk dalam kecendrungan ini adalah sikap, pendapat, kepercayaan, nilai, dan ciri ciri kepribadian. Seorang liberal memilih parta demokrat (liberal menggambarkan disposisi) merupakan penjelasan disposisi. Keempat, penjelasan intensional memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa dengan merujuk pada maksud atau tujuan tindakan. X melakukan tindakan Y karena X ingin mendapatkan/mencapai T. Berdasarkan generalisasi seseorang yang menginginkan T cenderung melakukan Y dalam situasi tertentu. Mengapa kalangan massa cenderung mengikuti kegiatan suatu gerakan politik justru pada tahap akhir suatu gerakan mencapai tujuannya? Jawaban yang diberikan intensional, ialah massa mengikuti gerakan politik pada tahap akhir menjelang gerakan akan mencapai tujuannya karena keinginannya ingin ikut mendapatkan keuntungan dari hasil gerakan itu. Kelima, penjelasan rasional memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa dengan merujuk pada cara pencapaian tujuan yang paling efesien. Suatu tindakan dianggap rasional apabila mencapai tujuannya secara efesien. Perbedaan  penjelasan intensional dengan rasional terletak pada klaim bahwa tindakan rasional adalah tindakan yang paling efesien untuk mencapai tujuan. Tindakan yang intensional tidak mengajukan klaim seperti ini. Penjelasan rasional atas keterlibatan massa pada tahap akhir gerakan politik ialah keikutsertaannya gerakan menjelang mencapai tujuannya karena ingin mendapatkan keuntungan dari hasil gerakan tersebut yang dinilai paling sedikit resikonya.Mengikuti kegiatan sejak awal dianggap tidak rasional karena mengandung banyak resiko. Selain menjelaskan, teori juga berfungsi untuk memperkirakan gejala yang akan terjadi.  Kedua fungsi ini berkaitan erat. Artinya,apabila seseorang ilmuan dapat memberikan penjelasan (generalisasi kondisi antencedent) terhadap suatu gejala (explanandum) secara tepat, maka dengan sendirinya dapat memperkirakan gejala yang akan terjadi. Kalau penjelasan yang diberikan Vilfredo Pareto benar, yaitu makin tinggi derajat sentralisasi kekuasaan, paksaan, atau ancaman paksaan makin sering digunakan sebagai alat pengendalian masyarakat,maka dimana saja dan kapan saja terjadi sentralisasi kekuasaan  yang tinggi akan banyak menggunakan paksaan atau ancaman paksaan sebagai alat pengendalian masyarakat. BUKAN TEORI Sebelum kita membahas bagaimana menggunakan teori, ada baiknya terlebih dahulu menjernihkan penggunaan kata teori yang tidak tepat. Pertama, pembedaan yang sering dibuat antara teori dan praktik: that is fine in theory, but it work in practice. Baik dalam teori ,tetapi tidak dalam praktiknya. Pandangan ini mencoba mengaitkan bahwa teori realistis. Penggunaan kata teori di sini tidak tepat karena setiap teori yang baik mestilah sesuai dengan kenyataan. Apabila suatu teori tidak lagi sesuai dengan realitas empiris, maka teori itu tidak tepat lagi dikategorikan sebagai teori karena telah kehilangan obyektifitas. Suatu pertanyaan dikatakan obyektif kalau pertanyaan itu sesuai dengan objeknya (kenyataan). Sebagaimana telah diungkapkan di atas, teori merupakan abstraksi, sistemisasi, dan generalisasi atas realitas atau gejala yang kompleks. Hal ini berarti setiap ilmuwan dituntut untuk mengkaji secara terus menerus teori yang dimilikinya dengan menghubungkan denagn realitas yang membentuk teori tersebut, yaitu melalui kegiatan penelitian ilmiah. Kedua, kata teori digunakan baik untuk menggambarkan yang seharusnya (what ought to queston), maupun menggambarkan senyatanya (what is question). Pengertian teori yang dimaksud dalam ilmu sosial adalah menggambarkan kenyataan empirik. Sementara itu, teori acap kali digambarkan dalam bentuk procedural rule dan sistem klasifikasi. Durkheim dalam buku The Rules Of sociological Methods mengemukakan bahwa sebab yang menentukan suatu fakta sosial hendaklah dicari diantara fakta sosial yang mendahuluinya dan tidak diantara keadaaan kesadaran individual. Artinya, fungsi suatu fakta sosial harus selalu dicari dalam hubungannya dengan beberapa tujuan kausal, yaitu mencari sebab sebab dari suatu gejala; dan mencari akibat akibat yang ditimbulkan suatu gejala. Sistem politik birokratik otoriter (gejala) mungkin merupakan produk pembangunan ekonomi kapitalistik tergantung yang tertunda (dependent and delayed capitaliastic economic development) (sebab sebab gejala); penggunaan kriteria universal semakin meluas dalam recruitment berbagai organisasi politik dan masyarakat dan hubungan impersonal yang semakin berkembang dalam masyarakat,mungkin merupakan akibat yang ditimbulkan oleh birokrasi nasional. Ketiga, strategi klasifikasi yaitu menjelaskan suatu gejala dengan cara mencari dan menentukan posisi gejala tersebut dalam skema taksonomi (klasifikasi suatu gejala kompleks berdasarkan ereteia tertentu). Hubungan birokrasi dengan politik, misalnya, bisa diklasifikasikan menjadi empat kategori berdasarkan prinsip atau nilai yang mengatur kedua konsep ini; birokrasi patrimonial, negara birokrasi (bureaucratic policy) otoriter, dan birokrasi politik (bureaucratic politics). Apabila akan menjelaskan gejala birokrasi dan poltik indonesia dengan strategi ini, maka yang harus dilakukan menempatkan gejala birokrasi indonesia dalam empat kategori termasuk tipe birokrasi manakah gejala birokrasi dan politik tersebut. Dimensi lain dari teori yang perlu diketahui ialah lingkup (scope) dan tingkat abstraksi suatu teori. Lingkup teori dapat dilihat dari segi substansinya, yaitu fokus gejala yang hendak dijelaskan apakah unsur dari suatu sistem itu sendiri. Selain itu, lingkup teori dapat pula dilihat dari segi tempat dan waktu, yaitu kapan dan dimana gejala yang akan dijelaskan itu terjadi. Gejala hendak dijelaskan itu mungkin hanya kelas menengah suatu masyarakat bukan sistem politiknya. Kelas menengah yang hendak dijelaskan itu hanya terjadi di Eropa Barat pada abad ke-18, bukan di seluruh Benua Eropa,dan tidak pada abad ke-20. Dimensi tingkat abstraksi suatu teori dapat dilihat dari segi ”kedekatan’” konsep-konsep yang terkandung dalam teori observasi aktual. Hipotesis yang sudah siap diuji memiliki derajat abstraksi yang tinggi. Terakhir ini masih berupa general law, sedangkan yang pertama sudah mengalami proses deduksi. Kedua dimensi diatas berkaitan erat. Semakin tinggi abstraksi teori,semakin luas pula lingkup teori tersebut. Akan tetapi semakin luas lingkup teori tersebut, belum tentu semakin luas tingkat abstraksinya. Perubahan pada tingkat abstraksi akan mempengaruhi luas sempitnya lingkup teori. Akan tetapi, perubahan luas lingkup teori belum tentu mempengaruhi tingkat abstraksi. Oleh karena itu persyaratan teori tersebut sukar dipenuhi oleh ilmu sosial, yang dianjurkan adalah prinsip parsimony, yaitu daya cukup tinggi teori yang bersyarat: sederhana bila dibandingkan dengan teori lain untuk gejala yang sama, tinggi tingkat abstraksinya, luas lingkupnya dapat diuji dalam dunia nyata. Suka Be the first to like this.

Penelitian kualitatif vs kuantitatif

0 comments
Oleh : Ihsanuddin PEMBAHASAN A. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional dan metode baru; metode positivistic dan metode postpositivistic, metode scientific dan artistic, metode konfirmasi dan temuan. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional, positivistic, scientivic dan metode discovery. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru, postposivistic, artistic dan interpretive research. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris, objektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama, metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat post positifisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistic, Karena proses penelitian lebih bersifat seni(kurang terpola),dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument penelitian,analisis data bersifat kuantitatif/statistic,dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah(natural setting);di sebut juga metode etnographi,karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya;disebut metode kualitatif,karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. B. Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif[1]. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini[2]: 1. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik, dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya.\ Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. 2. Dari segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka, kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep, teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan ,menciptakan, menemukan konsep atau teori. 3. Dari segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. 4. Dari segi teknik pengumpulan data, penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner, sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. 5. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti. 6. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. 7. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif, yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden, life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan. 8. Dari bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden. 9. Dari segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukan emik lagi. Dengan menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat, pengalaman atau pandangan mereka. 10. (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. 11. Dari segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner. 12. Dari segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat, mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. DAFTAR PUSTAKA Irwan Abdullah. 2008. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM Hamidi. 2004. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Malang: UMM Press. Hal 14-16 Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Minggu, 03 April 2011

Hemmm....

0 comments
Senja itu kembali datang, meski jam tangan hitam ku menunujukkan sudah hampir jam delapan malam, namun masih terlihat senja. Keemasan sang surya bersinar menyela diantara pepohonan yang daunya telah habis berguguran dimusim gugur yang lalu. tunas-tunas muda dedaunan yang tumbuh lebat dipepohonan itu memecah sinar mentari menjadi pancaran kecil-kecil menerobos sela-sela ranting dan menyentuh wajah ku. dari balik danau kecil dibelakang apartemen ku berhembus angin yang menusuk karena dinginya. Fikiran ku melayang-layang tak tentu arah. Sebagian memikirkan keindahan tunas-tunas khas musim semi itu, sebagian bertaut dengan dingin cuaca yang sejalan dengan dinginnya hati ku ketika itu.

Sebenarnya aku tidak terlalu setuju dengan diri ku sendiri yang mengganggap hati ku ini dingin, namun apa boleh dikata kesepakatan hati dan jiwa ku lah yang menjadikanya dingin. Kesepakatan yang dibuat atas dasar pemikiran yang panjang dan melelahkan. Menjadikan aku harus membuat hati ku dingin untuk mengambil keputusan dan menentukan arah tanpa keraguan. Menentukan arah ketika tak satupun isyarat kebenaran ku terima. Menetukan arah ketika kompas jiwa ku pun tak sanggup menunjukkan arah yang harus ku lalui. Menetukan arah ketika angin fikrian ku pun bingung untuk melangkah dan mentari juga masih ragu untuk mulai bersinar dari mana.

Ya.. itulah arah keputusan untuk melepaskanya pergi dari imajinasi masa depan ku dan mengakhiri goresannya dalam setiap bait sejarah hidup ku yang sudah lama ku tulis bersamanya. Sedih dan sakit ketika menyadari bahwa akan ada bait-bait kosong dalam semua cerita kini dan kelak karena tidak ada satupun yang bisa menggantikan goresanya untuk mengisi setiap baris cerita hidup yang telah ia tinggalkan.

Berat rasanya menyadari kalau cerita yang telah ku tulis sejak lama bersamnya harus berakhir tanpanya. Dan menyedihkan ketika aku tau kalau semua rencana hidup yang telah ku bangun selama ini harus berubah arah tak tau entah kemana. tak satu pun arahnya yang dapat ku tuju selain memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri. Meski esok akan berat bagi ku karena keputusan ini, namun aku yakin kalau inilah keputusan yang terbaik untuk ku dan juga untuknya. Dan apabila nanti aku menemukan diriku menyesali keputusan ku untuk membiarkanya berjalan sendiri, maka aku harus mengingat hari ini ketika aku berfikir dengan yakin untuk melepasknya. >>>>

****Harus ku akui kalau aku menyayangi mu meski sekarang engkau menemukan kenyataan kalau kita berpisah pada saat ini. semuanya karena waktu dan keadaan, bukanlah karena cinta ku telah habis tanpa sisa. Tiada kata habis untuk cinta, karena sekali ia ditanam dengan tulus maka ia akan terus tumbuh dan berakar meski terkadang takdir membuatnya harus berduri sehingga hanya bisa ditatap dan tak bisa dimiliki. Sekali ia ditanam akan selamnya disana, meski terkadang waktu dan pilihan membuatnya tumbuh tak berarah hingga memudar dengan pasrah. Jika saja aku bisa meminta satu permintaan, aku berharap bisa menyatukan Waktu dan pilihan..... *****

Selasa, 15 Maret 2011

0 comments
Click to play this Smilebox scrapbook
Create your own scrapbook - Powered by Smilebox
Digital scrapbook customized with Smilebox

On the road, still motion

0 comments
Click to play this Smilebox scrapbook
Create your own scrapbook - Powered by Smilebox
Digital scrapbook customized with Smilebox

Sabtu, 05 Februari 2011

Sederhana saja...

0 comments
Sederhanya Ia membuat Sempurna
Sederhanya Ia membuat kita tak berdaya

dihembuskaNya angin yang tak ber-rupa,
namun menjdaikan kita bernyawa

dibuaiNya kita dengan rasa tak ber makna,
menjadikan dunia penuh cinta

diperintahNya bulan berkaca pada sang Surya,
membuat kita terpana akan indahnya,

dimintaNya danau menyemburat senja,
menjadikan damai yang melihatnya,

dipintaNya badai menjadi sendu,
agar merdu ketika ia menderu.

DitebarNya hujan, menyapa dunia,
agar ceria alam semesta.

dimintaNya gunung berdiri tegak,
menjadikan dunia seakan selalu terjaga.

dimintaNya dunia menjadi sempurna,
agar semua tau, kalau syurga menyempurnakan semunya.

sederhana saja Ia membuatnya,
untuk menjadikan manusia berfikir, bahwa Ia tiada duanya.

DIrwan Hersan February 6,2011 C-U, IL

Kamis, 03 Februari 2011

When feeling

0 comments
It's now just moved from 3rd to 4th of January, 2011. It was just several minutes ago. it moved really quick like one clap of hands. I am still sitting here, exactly in front of my desk, the one on which i put my labtop and talked to her through Skype. she invited me to go together to a place far away from my city. I said somehow I didn't want to. She kept forcing me with her own way. She forced me with her typical intonation of speaking. She kept forcing me with her unique smile, with her good looking laugh and with everything nice she own herself.

Huh... i almost couldn't say "no". it's not only because of everything unique she had, but it's more because of the things i did not know, it's because a thing that i couldn't even see or feel, but it's there. It told me that I like her. Never ever asked me about what the pronoun 'it' refers to, because i have never understood. It seemed complicated, but you know what? it really was. I had a feeling that i liked her just because of the things I did not even know what it was. Can I call it as a reason for me to like her? And if I do capable of saying it as a reason, the the next question was "is it enough?", "is it enough to like someone by the reason you do not even know how it is like?"

But believe it or not, it happens in LOVE. It is really true that love does not need a reason to come and to go. Love does not need a clear answer of "why" to grow up. Love will come and grow faster with no need of any reasons. I do believe this, because it just happened to me.

I loved her with no reason. I like this feeling but I hate the time in which it grew. It complicated....

But, you know that i had to say that.

may be

0 comments
ehmmm... it seems like years ago I wrote nothing on this blog, my electronic book. But in fact, it just days. yea, may be it's the another effect of the snow storm make me feel a lot bored. Well, it was just two days ago a very big snow storm which is called Blizzard happened in this city, Urbana. This storm was assumed as the worst ever happen since 40 years ago in the USA. Very thick ice and snow are everywhere. And the temperature is also falling down till reaching minus in Fahrenheit.

This situation, causes my classes off. Actually, i do like having several days off, but i really do not like staying in my apartment all the days. I need to escape, but no where i can go to.
finally, writing is the other way for me to get the way out of all this boredom.
Emm.. talking about boredom, I believe that many people including me hate it. Even if 10 people are asked about how bad it is to be bored, I am sure that none of them will say that boredom is fun. Well, even though no one says it's fun, but it's also not everyone knows how to escape from it. Even many people do stupid things or even worse. More people also and may be including me make boredom become a thing of burden Which causes us not to do a thing. as a matter of fact, boredom is only a feeling which means that we can control it. may be....

Senin, 17 Januari 2011

Seminggu di Lynnwood bersama mereka

0 comments
"Emmm.... What the he**" ungkap ku dalam hati. Seluruh jari ku terus - menerus menggaruk-garuk kulit kepala ku yang sebenarnya tidak gatal-gatal amat. Yah... itulah salah satu kebiasaan ku saat sedang memikirkan sesuatu yang melebihi kemampuan ku untuk menyelesaikanya.

Sofa hijau yang empuk diruang tengah tepat didepan dapur asrama teman ku terasa hangat bahkan panas ku rasakan. Bukan karena ada penghangat ataupun pengaruh gesekan fisika lain yang menyebabkan rasa itu ada, melainkan karena getaran hati dan jiwa ku yang pada saat itu sedang hangat-hangatnya memikirkan kisah kehidupan ku yang penuh tantangan dan sering kali membingunkan.

Tepat didepan ku, duduk seorang teman ku yang selalu ceria dan menghidupkan suasana kapanpun dan dimanapun ia berada bersama kami. Pembawaanya yang ramah, gokil dan sangat menghargai teman membuatnya menjadi salah satu teman terunik yang pernah kumiliki. Satu lagi sifat yang sangat unuik darinya adalah jiwa nasionalisme yang tinggi. Jangan pernah beribicara tentang sikap ataupun mungkin sekedar rencana untuk bersikap dis-nasionalisme didepan teman ku yang satu ini, karena sudah bisa dipastikan untaian kata-kata setengah ceramah dan setengah memarahai akan meluncur dari multunya. Meski terkesan main-main, tapi kata-katanya cukup pedas dan terngiang - ngiang ditelinga. nama teman ku ini adalah Abdul.

Sambil mendengar ocehan Si Abdul ini, terdengar juga suara-suara seperti backsound di sebuah konser, namun sulit dikalsifikasikan apakah suara itu merupakan sebuah lagu atau juga ucapan-ucapan ceramah sekaligus teriakan-terikana merdu. Suara ini terdengar atas hasil resonansi gelombang suara yang bergetar tegak bersambung dari salah satu teman ku yang lain yang juga tidak kalah uniknya, dia sering memanggil dirinya sebagai "the Queen" alias ratu. Teman ku ini sungguh sangat luar biasa, kata-kata bijaknya serta pembawaanya yang mengayomi membuat banyak teman-temannya termasuk aku merasa memiliki seorang sahabat merangkap guru dalam menjalani kehidupan di negeri orang ini. Kalau berbicara masalah canda-tawa, teman ku ini ahlinya. Seberapapun teman-teman bercanda denganya, tak pernah sekalipun ia naik pitam, yang ada justru tersenyum simpul sambil dikulum-kulum dan kemudian ditelan bagai gumpalan tanpa bekas hingga tetes terakhir. Itu lah "the queen" the common sister of all children from different father and mother.

Ehmm... sambil mendengarkan lagu-lagu penuh makna dari dewa 19, fikiran ku terus menerawang. memikirkan cerita hidup yang tak selalu sejalan dengan skenario pilihan ku. Ingin ku revisi semua hal nyata yang ada saat ini menjadi sebuah terobosan skenario ilusi yang tak pernah menghadirkan pertentangan antara Ingin ku dan kenyataan yang ada. "Ah..." fikir ku lagi "mana mungkin itu terjadi, karena hidup ini adalah pilihan dan tantangan; setiap pilihan akan hadir bersama konsekuansinya, dan setiap perjuangan tak kan terpisahkan dengan segala perjuanganya. Meratap bukanlah jalan, namun bergerak akan mengantarkan pada kemajuan".

ketika sedang asyik menguntai kata-kata menjadi kata penyemangat diri, aku terkejut dan membuyarkan khayalan ku ketika teman ku yang satunya lagi yang juga sangat ku hargai menyapa ku dan mencoba mentransfer ujaranya dari akustik proses menjadi pesan-pesan phonetik yang dapat ku fahami. Setlah melewati decoding process dan tercerna di otakku, dapat ku fahami ternyata ia mengirimkan pesan seperti ini: "Ded, minjam labtopnya dong!!!". setelah memahami apa maunya, reflek ku pinjamkan saja labtop ku itu. Ketika ia sedang membuka-buka labtop ku, aku melihatnya sekilas. Dan ketika aku melihatnya difikiran ku muncul segala sifatnya yang membuatku bangga memiliki tema seperti dia. Pembawaanya yang tenang namun baik ini membuat ia disebut salah satu temanya sebagai refleksi dari pepatah yang mengatkan 'air tenang itu menghanyutkan". Selain itu, salah satu teman ku yang lain lagi sempat mengatakan kalau teman ku ini sebagai makanan, maka ia adalah makanan yang rasanya "sweet and sour" atau "Asem manis" gitu lah. Wajar saja kalau dikatakan begitu, karena meski terlihat cuek dan acuh tak acuh, namun ia adalah seorang yang cerdas, bersemangat dan peduli pada teman-temanya. Satu hal yang membuat ku tak kan melupakanya, yaitu dia yang mengajari ku cara mengoperasikan kamera DSLR ku secara elegan dan berbangga hati...Ia adalah "Mr. XX", (tebak sendiri...).

Setelah beberapa menit ditangaya, akhirnya labtop ku "berhasil ku rebut lagi"...
Akupun langsung membuka salah satu Sub folder yang bertuliskan "Kerrie Park". didalam folder itu terdapat foto-foto terbaru ku yang baru saja ku ambil bersama teman-teman di Kerrie Park sesuai dengan nama foldernya. Kerrie Park adalah sebuah taman di salah satu dataran tinggi di kota Seattle, Washington State. Taman ini tidaklah luas. Namun yang membuatnya spesial adalah pemandangan yang bisa dilihat dari taman ini. Kombinasi landscape Laut dan jantung Kota Seattle terpampang jelas disini. Keindahannya juga menjadi terasa lengkap dengan adanya Space Needle yang gagah berdiri. Space needle adalah salah satu menara Landmark-nya kota Seattle.

Mulai dari foto pertama..kedua..ketiga... gambar-gambar itu ku teliti dengan baik. bukan hanya untuk melihat fose-fose semi-narsis setiap orang yang ada didalamnya, namun juga melihat keseimbangan percampuran antara Aperture, ISO dan juga Shutter speed yang ada didalam setting kamera ku. Ya.. hitung-hitung mengevaluasi perkembangan kemampuan ku dalam mengoperasikan kamera ku, serta untuk mempraktekkan pelajaran fotogrifku yang ku pelajari dari Mr. xx tersebut.

Ketika sedang asyik melihat-lihat foto itu, aku terhenti tepat pada sebuah foto yang didalamnya ada seorang teman ku yang lain. Ia sering dipanggi Miss. Ambassador. Pengalamanya yang cukup banyak dalam dunia modeling membuatnya tidak canggung bergaya setiap kali "dijepret". Tidak perlu di komando untuk membuatnya bergaya didepan kamera, cukup dengan menekan tombol "on" pada kamera, maka ia akan secara otomatis bergaya dengan sempurna. bahkan terkadang ia sudah siap dengan gaya-gaya khas seorang model jauh sebelum kamera di hidupkan.... (Peace Chris!!! hahahah...)...
Meski terlihat begitu aktif dan sibuk namun ia cukup perhatian terhadap teman, bahkan terkadang kemampuanya untuk memahami seorang teman sungguh sangat mengagumkan*.... (*Implied meaning applied)
Miss.Ambassador yang menurut temanku terlihat sangat berwibawa ketika memakai baju batik warna cokelat ini sebenarnya berparas tidak terlalu dibawah rata-rata...namun sayang seringkali gagal dalam menggaet hati kaum pria...(kasian ya...makanya jangan sering-sering mandi....)
Setelah beberapa menit mengamati setiap foto itu, mata ku sudah mulai terasa pedas dan berair tanda kelelahan. Akhirnya aku memutuskan untuk mencicipi Pisang goreng dan Bakwan sayur yang dihidangkan didepan ku. Sebenarnya merasa lapar bukanlah alasan utama aku memaknya, namun alasan terpenting adalah untuk menghidari "amukan" sang Queen yang akan merasa tidak dihargai kerjanya jika aku tidak memakan masakanya... (Peace mbak hehehe....) "tapi bakwanya segar kok mbak" -kadir: Seattle 16 Jan 2011-

Yea inilah kebersamaan yang menyenangkan dinegeri orang. Setelah beberapa jam jalan-jalan menyusuri seluk beluk jalan dari Lynnwood ke Seattle, dan kembali lagi ke Lynwood, kami memutuskan untuk membuat makanan tersebut, termasuk juga Bubur Kacang hijau yang rasanya -Menurut kadir- segar, namun akan lebih enak kalau dibuat lebih matang lagi...

Begitulah hari-hari kami lalui selama disini, jalan-jalan bersama, bercanda lepas, tertawa, dan terkadang saling menguatkan dan berbagi. Salah bicara, atau juga mungkin salah tindakan tak pernah menjadi rasa penghuni hati, karena kentalnya ikatan pertemanan mencairkan setiap masalah dan ketersinggungan yang hadir diantara kami.
Huh... sayang ini hari terakhir ku bersama mereka, andai saja bisa lebih lama, pasti akan ada cerita lain yang lebih manis yang bisa kita ukir bersama, untuk kita kenang kelak ketika kita telah benar-benar tepisah oleh jarak dan waktu.

Untuk teman-teman, ini ada sebuah pesan dari ku untuk pertemanan kita:

///// Untuk Sahabat /////

Saat Bersama kalaian adalah saat dimana aku tersenyum,
Jika suatu saat kalain berasa berat untuk tersenyum,
panggillah aku. Aku tidak menjanjikan kalian akan tyersenyum,
Tapi paling tidak aku bisa duduk tanpa senyum bersama kalian.

Jika suatu saat kalian menangis,
panggillah aku. Aku tidak akan menjanjikan kalian akan berhenti menangis,
tetapi paling tidak aku bisa menangis bersama kalian.

Jika Suatu saat kalain merasa suntuk dan ingin berlari,
panggillah aku. Aku tidak akan menjanjikan kalian berhenti berlari.
tapi paling tidak aku bisa berlari bersama kalian.

Jika suatu saat kalian merasa perlu berbicara pada seseorang atas keresahan kalian,
panggillah aku. Kalian akan temukan aku menjadi pendengar yang sabar dan setia.

Namun,,, jika suatu saat kalian memanggil ku dan tidak mendapatkan jawaban,
maka datanglah pada ku, karena mungkin aku sedang membutuhkan kalian untuk menguatkan ku.

4.24 am, January 17 2011. Lynnwood Washington






Kemudian, disamping

Minggu, 05 Desember 2010

Cold White Drop

0 comments
It was 7 at night when i got of the bus and got into Wallmart one of the most visited store in my area. At the time i saw many things white falling down from the sky it was beautiful like an end of a concert with a lot of thing falling down on the stage. Yea that was the first time for me experience walking under the snow rain.
How lucky i was, felt like i have completed all the seasons in the USA as what i have dreamed since long long time ago when i was still in blessed little village near the thick forest and the wild animals.

What came to my mind at the time was my family. The face of "sacrificing" father and the wise mom. a flash in my mind said that because of their support and prayer this poor little boy could experience walking under the white rain while listening to country music. I was dreaming, my eyes looked far away to the cold white drop, while my feet keep stepping forward. "a step more forward", said me in my heart. a step forward of dream journey, dream imagination. A step of going traveling the circle of the world. Looking for the meaning of every step which never stop even many boundaries tried to give limitation, the more the boundary appears, the more i said in my heart "I will keep going no matter what happens, keep walking to the other sides of the world. It is not the end, it's just the beginning of reaching the gate of the world".

Senin, 22 November 2010

Sequence....

0 comments
Once at an unknown part of this earth I sat,

Looking at the rainy dance....

"It was suck!!!" i said...

"it was damn!!!" still came from my mouth....

still my eyes looking at the drops jumping and waving...

"what the f***!!!" said my mouth while staring at the rain...
but.. no...no... it was not about the rain...
i am a "rainholic", I've never had even a reason to hate the rain...

what i hate was the words i had to say to let "the rose" leave me...

I hated to say that... I hated to let her and me be alone....

I hated to flow with the destiny...

I want to make it... I want to make my own destiny...

I was trying hard to do it...

but what i got was what i hate,

though i knew what i hated was not always bad for me and us...

and what i desire to have is not always give no evil ....

here.. the future came to told me... said it "everything's on me, you will never know but if i tell you, you know why? because i just have one way... it is Mystery...".

Urbana, November 22, 2010

Dedi irwan Bin Hersan

Sequence....

0 comments
Once at an unknown part of this earth I sat,

Looking at the rainy dance....

"It was suck!!!" i said...

"it was damn!!!" still came from my mouth....

still my eyes looking at the drops jumping and waving...

"what the f***!!!" said my mouth while staring at the rain...
but.. no...no... it was not about the rain...
i am a "rainholic", I've never had even a reason to hate the rain...

what i hate was the words i had to say to let "the rose" leave me...

I hated to say that... I hated to let her and me be alone....

I hated to flow with the destiny...

I want to make it... I want to make my own destiny...

I was trying hard to do it...

but what i got was what i hate,

though i knew what i hated was not always bad for me and us...

and what i desire to have is not always give no evil ....

here.. the future came to told me... said it "everything's on me, you will never know but if i tell you, you know why? because i just have one way... it is Mystery...".

Selasa, 16 November 2010

Inspiring and touching story

0 comments
Read only if you have time...


One young academically excellent person went to apply for a managerial
position in a big company.

He passed the first interview, the director did the last interview,
made the last decision.

The director discovered from the CV that the youth's academic
achievements were excellent all the way, from the secondary school
until the postgraduate research, never had a year when he did not score.

The director asked, "Did you obtain any scholarships in school?" the
youth answered "none".

The director asked, " Was it your father who paid for your school
fees?"
The youth answered, "My father passed away when I was one year old, it
was my mother who paid for my school fees.

The director asked, " Where did your mother work?" The youth answered,
"My mother worked as clothes cleaner. The director requested the youth to
show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth
and perfect.

The director asked, " Have you ever helped your mother wash the
clothes before?" The youth answered, "Never, my mother always wanted me to
study and read more books.
Furthermore, my mother can wash clothes faster than me.

The director said, "I have a request. When you go back today, go and
clean your mother's hands, and then see me tomorrow morning.*

The youth felt that his chance of landing the job was high. When he
went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His
mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands
to the kid.

The youth cleaned his mother's hands slowly. His tear fell as he did
that. It was the first time he noticed that his mother's hands were so
wrinkled, and there were so many bruises in her hands.
Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned
with water.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands
that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee.
The bruises in the mother's hands were the price that the mother had to pay
for his graduation, academic excellence and his future.

After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed
all the remaining clothes for his mother.

That night, mother and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director's office.

The Director noticed the tears in the youth's eyes, asked: " Can you
tell me what have you done and learned yesterday in your house?"

The youth answered, " I cleaned my mother's hand, and also finished
cleaning all the remaining clothes'

The Director asked, " please tell me your feelings."

The youth said, Number 1, I know now what is appreciation.
Without my mother, there would not the successful me today.
Number 2, by working together and helping my mother, only I now realize how
difficult and tough it is to get something done.
Number 3, I have come to appreciate the importance and value of family
relationship.

The director said, " This is what I am looking for to be my manager.
I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person
who knows the sufferings of others to get things done, and a person who
would not put money as his only goal in life. You are hired.

Later on, this young person worked very hard, and received the respect
of his subordinates.
Every employee worked diligently and as a team.
The company's performance improved tremendously.

A child, who has been protected and habitually given whatever he
wanted, would develop "entitlement mentality" and would always put himself
first.
He would be ignorant of his parent's efforts.

When he starts work, he assumes that every person must listen to him, and
when he becomes a manager, he would never know the sufferings of his
employees and would always blame others.
For this kind of people, who may be good academically, may be successful
for a while, but eventually would not feel sense of achievement.
He will grumble and be full of hatred and fight for more.
If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are
we destroying the kid instead?*

You can let your kid live in a big house, eat a good meal, learn
piano, watch a big screen TV.
But when you are cutting grass, please let them experience it.
After a meal, let them wash their plates and bowls together with their
brothers and sisters.
It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because
you want to love them in a right way.
You want them to understand, no matter how rich their parents
are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young
person.
The most important thing is your kid learns how to appreciate the effort and
experience the difficulty and learns the ability to work with others to get
things done.

You would have forwarded many mails to many and many of them would
have back mailed you too...but try and forward this story to as many as
possible...this may change somebody's fate...

Minggu, 07 November 2010

Complicatednesses.....(hahahaha...)

0 comments
Ternyata hidup di iklim tropis seperti di Indonesia itu banyak keuntunganya juga ya?
menurut ku keuntungan yang pertama adalah ketika kita di indonesia memilik musim yang tidak terlalu bervariasi sehingga pakaian yang diperlukan pun tidak terlalu banyak. kalau didaerah yang mempunyai empat musim seperti di tempat ku berada saat ini lumayan repot juga. harus menyediakan pakaian musim dingin di musim dingin serta pakaian yang berbeda ketika musim panas datang. Pakaian musim dingin yang dimaksud disini bukanlah sekedar pakaian hangat seperti yang kita miliki di Indonesia ketika musim penghujan, namun mencakup semua asesorisnya yang ribet dan menguras kocek untuk melengkapinya. Yah seberapa menyebalkan pun itu untuk menguras kocek, tetapi mau tidak mau harus kita lakukan, karena jika satu saja yang tidak ada, pengaruhnya akan sangat terasa sekali ketika kita berada di luar rumah yang cuacnya dingin sekali bahakn sering dibawah nol.

selain masalah pakaian, iklim yang ekstrim perubahanya ini juga menyebabkan perputaran waktu dalam sehari juga sering berubah, hal ini menyebabkan kerepotan dalam menentukan jadal sholat. kalau di Indonesia, jadwal sholat meskipun ada perubahan dari hari ke hari, tetapi perubahan itu tidak lah signifikan, jadi meski kita tidak memiliki jadwal sholat untuk dibawa keman pun kita pergi tidak lah menjadi masalaha yang sangat serius. karena kita masih tetap bisa memperkirakan jadwal sholatnya sesuai kebiasaan. kalau pun jadwalnya berubah paling perbedaanya lima sampai sepuluh menit, namun kalau di kota tempat ku saat ini perubahan waktu yang terjadi setiap hari sangatlah jauh berbeda. misalnya saja, ketika musim panas sholat maghrib dilaksanakan pada pukul 20.00, sedang di musim dingin sholat maghrib dilaksanakan pada pukul 16.20, perubahan seperti ini juga terjadi pada sholat-sholat yang lain. misalnya sholat Ashar, yang pada musim panas dilaksanakan pada pukul 17.00 atau pukul 18.00, pada musim dingin justru dilasankan pada pukul 14.30 an. jadi agar bisa sholat tepat waktu kemanapun kita pergi harus selalu membawa jadwal sholat.
Masih mengenai perubahan waktu, hari ini terjadi hal yang tak pernah ku alami sebelumnya, yaitu aku harus memutar semua jam yang ku miliki 1 jam lebih awal tepat pada pergantian hari tadi malam -malam pergantian musim gugur ke musim dingin- Hal ini dilakukan agar jam kita sama dengan jam-jam lain yang ada di zona waktu tempat ku berada saat ini. Yah ini terdengar aneh, namun seperti itulah adanya, hal ini dilakunan pada awal musim dingin. Jadi hari terakhir musim gurur itu menjadi 25 jam sedang hari pertama musim dingin itu tinggal 23 jam (kalau gak salah sih hehehe, atau mungkin kebalikanya- duh pokonya membingungkan deh perubahan waktu disini.... but it's fun though. Merasakan setiap perbedaan ini menjadikan ku semakin tertarik berada ditempat yang berbeda hehehe....

Kamis, 04 November 2010

0 comments

It was just two years ago, when i did all my efforts to get you love.
It was the end of august, when I told you that i loved you then you directly said that you loved me too...

I gave my littel finger and gave my words for you to hold,
then you gave yours so ours're crossed simbolized that you also gave your words for me to hold....

but...... i just realized i have lost you ....................

Selasa, 02 November 2010

Leadership is Action

0 comments
“Leadership is actions”, that is going to be the title of my writing at this time.
Getting the chance to study in the USA is really a valuable part of my life. Therefore I will use this chance as maximum as possible to reach my goal. There are a lot of goals that I want to reach while in the USA, one of them is to learn about its Government system. Based on my experience, the best way to do it is to get involve in it. Even though it is not at the real government system at least we can get involve in the small scale one as what I am doing now. I am joining the Parkland College Student Government. The way it runs and hires its members are almost the same as what the real government system in the USA does. Well, here I will tell you my experience when the first time I applied to join Parkland Student Government,.
The first time I knew the information about Students government was from the brochures which were put at one of the table next to my class room. From the brochure I knew that student government was going to run the election to choose eight student senators. After reading the requirements, I found that I was qualified. Actually for me one of the requirements was really interesting and challenging. Where we need to make a petition and collect at least 60 signatures of the students in order to be able to run for the election. At the first I thought it would be really hard to do, but in fact it was really exciting. I just need one day to do it. The process of collecting the signature was the most interesting process that I have passed through. While conducting this process I met so many people, explaining that I was going to run for the student senator election and then asking for their signature. Some of them could give me their signatures easily, but some others asked me a lot of questions or even refused to give their signature. Most questions they gave me were about my background and also my visions and missions if I were elected to be a senator.
After working really hard, finally I could collect all the signatures I needed. After that I directly met Tom. Tom is the Coordinator for this election. I registered myself, and then got my number in the election. A week after that, the election took place. It took three days. I saw a lot of students voted. Actually I was not really optimistic to be able to be elected, it was because I did not put any posters of mine, while almost all of the other candidates had put their posters on the information wall around the campus. What I did at the time just talked face to face to everyone I met. But surprisingly at the last day of election, after the vote was counted, I became one of them who were selected. So since the time, until now I have been one of Parkland College Student Senators. We have a lot of interesting activities. They are valuable for my leadership skill and also my civil engagement experience here. And the other interesting thing is that at the end of this program I will be given the certificate of leadership from Pakrland College. So, will you be the next Student Senator?



Champaign oct 2, 2010..

Minggu, 24 Oktober 2010

shaking Illinois Governor....

0 comments





Hi.... the next wonderful experience is that i can meet and shaking hand with Illinois governor, Patt Quinn. here is the story...

it was at 4.30 at the afternoon. I was still in a very serious discussion with my friend in the Champaign Public library about Religion. I did not really like the discussion actually, but because He kept forcing me to talk about it finaaly i just said "Okey..."

well after aroun 2 hours discussion, that was at a quarter to 5 when my cellphone was ringing. Christine, my other friend called me. She invited me to go to the Pat Quinn's rally. Yea he was at the time having a rally to promote his candidacy as the Illinois Governor for the second time. without any further thinking I dirctly agreed the invitation. We planned to meet 15 minutes after at the Illini Union. Illini Union is the Center Building of University of Illinoi in Champaign.

After meeting christine we left together to the place where the rally was taking place. We went there by a friend's car. Christine knew the person through email.

After around 15 minutes we were at the car finally we got to the place. It is a wide place seemed like a very huge garage. When we got there, there were a lot of people. most of them holding a poster which said "Pat Quinn for Governor, The Job's Governor".

In his oration Quinn talked a lot about job. he promised to increase the job availability so that all people can get job.

While he is speaking at the podium, the people shouting and shouting saying their yell. Did not want to be assumed as the streng people I and my friend also followed other to shout. At the end of His oration, pat Quinn said that he needed the cooperation of all elements of the people work hand to hand to help him being the governor for the second time.

After finishing his speech, I and my friend went forward to get closed to Him just to shake his hand and taking picture...then we got it....

In general, the way they campaign is the same with ours. But the difference was that here every candidate are free to speak about the weaknesses of their rival with the clear language.

Welcoming the new Members

0 comments
Today unlike the usual, there was a special thing that is we are welcoming 14 new members. They are Ph.D students from Indonesia. one of them is my Lecturer when i was an undergraduate student. He is Mr. Gatot.

Check it out....







Hi!!!...today was really fun. Where for the next time i gathered again with the very nice Indonesian Families in Champaign Urbana. As usual, the most interesting thing is that there will be a lot of indonesain food and get a lot of fun.

Sabtu, 23 Oktober 2010

A Picture taken = Your Soul Fly away

0 comments
Hey... it is the other thing i do in the USA. I went to AMISH People. Amish people is the christian society which is still maintain their tradition since hundreds years ago. They do not want to use moderen technology like electricity, car, and the other modern stuffs. To go anywhere they use "buggy", bugy is a vehicle like cart which is carried by a horse.

In order to support their life, they made some kinds of handycraft like chair. The woman is doing quilting. they sell their product to people. Their products are really famous all over the USA. Beside, they also have cows or chicken.

They made their own dress. The dress is like the old style. The women also wear head cover.

Most of the youth here marry with the same community member. They do not want to marry the other even though they are given the freedom to choose. As the free humankind, the youth in this community are given the chance to live out of the community when they are 20 years old to try the out side life. after the one year training, they are given the freedom to choose whether to comeback again or to continue living out of the community.